Personal Branding, Sukses Karier Di Era Milenial

Bagaimana sukses berkarier di era milenial dengan membangun personal branding?


Debu bertebaran serasa menghantam kulit wajah ddngan keras, berbarengan dengan kepulan asap yang terasa pekat dan lengket menyatu di kulit wajah sepanjang jalan dari Mall Kotakasablanka menuju arah stasiun Tebet.

Terlihat jalanan penuh kendaraan roda dua dan empat bersedakan saling berjuang untuk mendahului. Ditingkahi suara  bising klakson yang cukup mengganggu gendang telinga.

Situasi yang cukup saya syukuri saat harus melaluinya karena hanya beberapa kali dalam sebulan. Bahkan tidak sampai 10 kali, terkadang hanya satu kali dalam satu hingga dua minggu. 


Personal Branding, Sukses Karier Di Era Millenial by Dewi Haroen
Kemana? Bingung juga kalau harus menjelaskan bahwa "Saya kerja". Karena tidak banyak yang mengerti bekerja dengan waktu yang fleksible dan bisa diatur sedemikian rupa menyerupai refreshing.

Karena makna berkarir masih banyak yang membayangkan tentang jam kerja nine to five, berkantor dengan jam kerja saklek. 

Padahal di era milenial sekarang, yang namanya "kerja" bukan lagi melulu tentang keterikatan waktu dan tempat. Dengan ditunjang teknologi yang terus berkembang, bekerja sudah bisa dilakukan dan dijalani secara personal. Di manapun dan kapan pun.

Bahkan diskusi bisnis bisa dilakukan di dapur atau ruang tamu rumah sendiri yang dimonitor via  teknologi dan smartphone.




Ya, sebagai blogger dan juga dipercaya menjadi Ketua Komunitas Blogger sebesar Kumpulan Emak Blogger, bisa dibilang inilah pekerjaan saya sekarang. Bagi yang sangat memahami dunia ini, menganggap sebagai salah satu pekerjaan impian di era milenial.

Dari sebuah hobi yang akhirnya mendapat bonus, benefit banyak hal yang luar biasa. Tidak sekedar materi, tapi juga networking, sharing serta hal-hal bbermanfaat dan menyenangkan lainnya. 

Namun sampai pada titik menjadikan hobi menjadi sebuah profesi pada dunia blogging, bukanlah hal yang mudah. Tidak serta merta "Membuat blog dan langsung bisa menghasilkan benefit" seperti yang terlihat indah dan menggiurkan.

Rangkaian acara soft launching Personal BrandingSukses Karier Di Era Millenial by Dewi Haroen

Tidak mudah! Dengan dunia blogging yang terus berkembang dan semakin menarik banyak minat orang-orang untuk menggelutinya, maka secara tidak langsung dunia blogging menciptakan ranah “Persiangan karya”. Ada ribuan blogger dan kita “hanyalah” salah satunya.

Dari ribuan blogger yang ada, saat kita tidak memiliki kekhasan, keunikan personal yang bisa ditonjolkan saat menampilkan karya, maka bersiaplah tenggelam. Atau hanya menjadi sosok-sosok standart yang sama, antara satu dengan lainnya. Sehingga tak akan ada apresiasi lebih yang kita dapatkan.

Inilah salah satu tantangan yang bisa dibilang tidak bisa dianggap mudah, menunjukan “Siapa diri kita secara personal untuk dapat dilirik dan diingat sebagai seorang blogger yang berbeda”. Saat kita menasbihkan diri sebagai lifestyle , parenting, travel blogger dan lain-lain, maka kita harus menyadari satu hal. Di luar sana banyak blogger-blogger dengan label yang sama. 

 soft launching Personal BrandingSukses Karier Di Era Millenial by Dewi Haroen
Dan untuk tetap menjadi personal yang diperhitungkan, penting memperkuat personal branding kita sebagai seorang blogger. Blogger memang banyak, bahkan ribuan, namun yang membedakan satu dengan lainnya adalah sisi terbaik dan kekhasan personal branding masing-masing. Yang ditunjang dengan dedikasi, komitmen dan kompetensi.

Bagaimana membangun personal branding? Kalau sudah ranah ini, saya sendiri merasa tantangannya sangat berat, bahkan 8 tahun menggekuti blogging saya masih tetap terus dalam tahap menggali potensi diri lebih dalam. 

Meski berat, tidak mungkin kan meminta tolong ke Dilan, biar Milea saja yang bergantung ke Dilan. Tugas kita sebagai blogger adalah “Upgrade diri” salah satunya tentu saja dengan ilmu personal branding.

Dan beruntung pada awal Mei lalu tepatnya 3 Mei 2018 saya diundang oleh Ibu Dewi Haroen dalam soft launching buku kedua beliau “Personal Branding, Sukses Membangun Karier di Era Milenial”. Baru membaca undangannya saja saya sudah sangat excited. Karena merasa sangat related dengan dunia blogging.

Bertempat di Maze Kitchen Synthesis Square, acara soft launching ini bisa dibilang sangat menarik. Karena menyugguhkan konsep yang sangat berbeda dengan launching buku lainnya karena ada fashion show Batik Madura dari Blue Lotus Budi Soemitro yang juga berkolaborasi dengan Advaya Jewel. Bisa dibilang Ibu Dewi menerapkan apa yang beliu uraikan dalam buku kedua ini. 

Dalam sambutannya Ibu Dewi menjelaskan perjalan buku keduanya. Berawal dari kesuksesan buku pertama “Personal Branding, Kunci Kesuksesan Berkiprah Di Dunia Politik” yang dilaunching pada 2014. 


Buku yang digarap berawal dari tawaran sebuah penerbit besar ternama karena sesuai dengan moment Pemilu 2014, akhirnya justru menjadi jalan utama Ibu Dewi yakin menggeluti dunia Personal Branding. Dan menjadikan Ibu Dewi salah satu pakar Personal Branding Politik di Indonesia dengan banyaknya beliau mendapat undangan menyusul kesuksesan buku pertama.

Tidak hanya sampai di situ, buku pertama akhirnya tidak hanya melahirkan buku kedua, tapi juga memperluas sayap kiprah seorang Dewi Haroen yang akhirnya berani memutuskan mencetak sendiri buku keduanya secara independent di bawah label DH Media milik sendiri.

Dengan basic yang juga seorang Blogger, Ibu Dewi Haroen menekankan dan membawa inspirasi Ibu Kartini bahwa kemampuan menulis adalah salah satu komponen penting dalam membangun dan mengembangkan personal branding di era milenial.

Semangat Kartini dalam dunia kepenulisan, meski hanya tulisan pena yang singkat namun mampu membawa perubahan besar hingga saat ini.

Banyak Pahlawan Nasional Wanita di Indonesia, namun Ibu Kartini satu yang terkenal dan banyak dikenang, hingga memiliki hari peringatan khusus, karena apa? Karena Ibu Kartini menulis. Tulisan adalah salah satu media dan cara untuk menunjukan “Sisi personal seseorang” sehingga mudah dikenal dan dikenang.

Tulisan adalah sebuah “benda tajam melebihi pedang” yang mampu membawa sebuah revolusi. Sudah terbukti dari era Ibu Kartini, hingga sekarang Ibu Dewi Haroen membuktikan melalui ppengalaman beliau sendiri. Semangat dan inspirasi inilah yang melahirkan buku kedua Personal Branding Dewi Haroen. 

Dengan dukungan kemudahan era milenial dalam penyebaran informasi dan membangun koneksi, Ibu Dewi merasakan kemudahan dan kelancaran prosesnya.

Di era milenial seperi saat ini, personal branding yang sudah beliau bangun mempermudah jalan lahirnya buku kedua, bahkan hingga terlaksananya soft launching hari itu. Mulai dari dukungan tempat penyelenggaraan acara, hingga kesuksesan rangkaian acara.

“Meeting singkat yang saya handle dari dapur rumah saya, mampu mewujudkan kesuksesan acara ini” ucap beliau dalam sambutannya. Kreativitas didukung dengan penyebaran infromasi yang cepat dan instant, dikontrol secara positif oleh beliau menjadi sebuah peluang.

Acara soft launching dengan konsep yang berbeda dan dihadiri sahabat dari SMP, SMA hingga kuliah menggambarkan tentang salah satu cara membangun personal branding adalah dengan membangun dan merawat networking ala seorang Dewi Haroen. 

Mulai dari pengisi acara dari Blue Lotus yang digawangi Bapak Budi, yang tidak hanya menghadirkan karya dalam fashion show. Tapi juga menghibur dengan alunan musik live. Tak ketinggalan Ibu Melanie Sadono, turut mempersembahkan sebuah puisi.

Dapatkan bukunya di sini
Bisa dibilang, acara ini sangat membawa inspirasi tersendiri bagi saya yang juga menggeluti dunia kepenulisan, blogging. Kalau soft launchingnya saja sudah sangat menarik berbeda, bagaimana dengan bukunya? 

Tunggu ulasan saya berikutnya ya, khusus membahas buku setebal 228 ini. Buku seharga Rp 75.000 bisa didapat di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.



Tidak ada komentar