Selasa, 03 September 2013

Komunitas ASEAN 2015 : Bersama Kita Bisa



Imgae Dari Sini




KTT Asean 2013 tahun ini telah dilaksanakan di Bandar Sri Begawan pasa 24-25 april lalu. Dan KTT yang diadadakan rutin setiap tahun ini fokus membahas Perujudan Komunitas Asean yang mengangkat tema “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan” dengan pokok perundingan Pembangunan Badan Persatuan Asean yang disangga dengan tiga pilar utamanya yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi, dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan.


Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan? Pertanyaan ini bagai merangkum semua yang ditulis selama 8 hari sebelumnya.


Ekonomi
Seperti kita tahu Asean terdiri dari 10 Negara Asia Tenggara (Timor Leste sedang dalam perundingan untuk bergabung dan dipertimbangkan untuk menjadi partisipan di pertemuan-pertemuan ASEAN selanjutanya) yang mana setiap Negara memiliki perkembangan dan karakterisitik yang berbeda. Terutama dalam perkembangan ekonomi yang sangat kentara. Enam Negara Asean Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Filiphina dan Brunei Darusalam adalah Negara yang sudah cukup berkembang perekonominnya. Sedangkan Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja masih tergolong tertinggal. Untuk masalah ini sebenarnya sudah dilaksanakan 259 kebijakan cetak biru Persatuan Ekonomi Asean dengan pencapaian presentase kerja cukup menggembirakan 77,54 persen. Yang mana hal ini dicapai antara lain melalui penghapusan pajak impor di setiap Negara (sumber dari sini)
.

Tapi melihat potensi yang dimiliki setiap Negara, baik yang sudah berkembang dan masih cukup tertinggal tapi memiliki potensi tersembunyi maka setelah Komunitas Asean diterapkan semua harus berani mengeksplore tanpa batas kelebihan-kelebihan tersebut. Seperti yang dibahas pada tema sebelumnya tentang Laos yang masih memiliki lahan investasi yang luas maka bagaimana caranya para pengusaha dan pengembang yang sudah sukses di Negara masing-masing Negara berkembang menginvasi Negara yang masih membutuhkan perkembangan lebih besar. Selanjutnya mendidik masyarakat untuk lebih produktif karena sudah bisa melintasi ASEAN dengan mudah untuk mengepakan “sayap” potensi masing-masing, salah satu contohnya pada tema hari pertama tentang “Salon Lokal Vs Salon Thailand”. Bagi masyarakat yang sudah siap dan dipersiapkan oleh Negara masing-masing untuk menyambut Komunitas Asean tentu ini justru peluang besar untuk semakin maju. Masyarakat saling “berhadapan” untuk menunjukan potensi masing-masing melalui jalan dan peluang yang dibuka oleh pemerinyah melalui Komunitas Asean ini. Setelah “berhadapan” maka pasti akan ada hubungan interaksi yang mengarah pada pembelajaran bersama. Saling bekajar untuk maju bersama-sama. Bukankah bersama itu lebih mudah dari pada sendiri?

Ingat, di era modern sekarang, kekuasaan sebuah Negara tidak lagi hanya dilihat dari seberapa kuat senjata perang yang dimiliki, tapi seberapa kuat Ekonomi Negaranya. Kita bisa melihat kesuksesan Negara Asia seperti China, Jepang dan yang paling heboh sekarang Korea Selatan.
Penyatuan kekuatan akan

Keamanan
Dalam pembahasan sebelumnya sudah bahwa di sesama Negara Asean sendiri masih ada sengketa tapal batas antara beberapa Negara seperti Malaysia dan Singapore, Indonesia dan Malaysia, Malaysia dan Filiphina hingga sengketa Internasional Laut China Selatan adalah isu keamanan yang cukup panas. Tapi bila terus mengedepankan persilisihan, apalagi bila berlanjut sampai ke perang apakah mungkin bisa mencapai kemajuan yang maksilmal? Tentu tidak, karena perhatian akan tersita ke konflik. Kita sudah melihat bagaimana AS mengalami krisis setelah melakukan invasi senjata ke beberapa daerah di Timur Tengah dan mengalami kerugian karena mengeluarkan banyak modal untuk hal tersebut. Yang pasti apapun tujuan sebuah konflik dan berakhir dengan perang tidak akan pernah membawa kebaikan terutama bagi seluruh masyarakat. Begitu juga dengan kaasan Asean, meredakan egoisme dan mengdepankan kebersamaan menjaga kawasan tungga Komunitas Asean jauh lebih menguntungkan masing-masing Negara. Dan melalui jalinan erat di Komunitas Asean, tentu akan semakin memperkuat rasa kebersamaa dan saling menjaga satu sama lain dan meminggirkan rasa saling menguasai. Dimana setiap badan pertahanan dan keamanan masing-masing Negara bukan lagi menjaga masing-masing Negara tapi menjaga keutuhan Komunitas Asean dari berbagai ancaman keamanan mulai dari terorisme, senjata nuklir dan ancaman lainnya.

Sosial dan Budaya
Saya adalah salah satu penggemar Kpop Korea. Dan dari sisni bukan hanya sekedar hiburan yang saya daapat tapi sebuah pengetahuan. Kita tahu Korea Selatan itu Negara honogen dengan budaya yang seragam tidak seperrti Indonesia. Tapi dari satu budaya tersebut mereka bisa mengembangkannya menjadi sebuah daya tarik luar biasa yang mendatangkan berbagai keuntungan. Kpop sebenarnya adalah sebuah budaya yang dikelola dengan naluri bisnis dan Industri yang baik sehingga menghasil booming seperti sekarang. Kita sekarang melihat dampaknya yang luar biasa pada Korea Selatan. Sekarang menjadi salah satu kekuatan baru dunia.

Asean yang teridiri dari 10 Negara dengan beragam budaya. Jangankan 10 Negara, satu Indonesia saja sudah merupakan kumpulan ratusan budaya yang menarik. Jika Korea dengan homogennya bisa sangat menarik, bagaimana dengan Asean? budaya yang heterogen di Asean adalah aset luar biasa yag tak ternilai hanya masih kurang eksplorasi yang maksimal, belum dikemas dengan menarik. Dengan Komunitas Asean 2015 dan melibatkan semua masyarakatnya sebagai pelaku budaya tersebut, tentu adalah sebuah kekuatan luar biasa. Di sokong seluruh pemerintah, budaya tersebut dibuatkan kemasan yang modern dan menarik tentu akan menjadi sangat luar biasa.Salah satu contoh, program TV gabungan yang sudah pernah ditampilkan yang mana menghadirkan pengisi acara artis dari beberapa Negara Asean yang diselingi dengan berbagai perform kesenian Negara masing-masing. Bila ini diteruskan dan mengkolaborasikannya dengan maksimal maka percayalah hasilnya akan luar biasa terutama jika ditambah dengan tangan dingin pelaku bisnis industri dengan menambahakn sisi komersil yang seimbang.

Seperti kita bahas sebelumnya, tentang predikat serumpun pada beberapa Negara Asean sehingga mempengaruhi beberapa persamaan yang terlihat. Dan itu tentu lebih mudah disatukan menjadi Budaya Asean yang akan mengikat seluruh masyarakat di 10 Negara anggota. Menggabungkan persamaan, melengkapi perbadaan dan menjadi satu dalam “Satu Masyarakat, Satu Masa Depan”.

Bersama Kita Bisa. Siap yang bisa mengingkari manusia adalah makluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dan Negara adalah sebuah tempat berkumpulnya sekelompok besar manusia yang di sebut arga Negara, warga masyarakat yang mana dalam melaksanakan banyak hal akan lebih mudah dan bisa dengan cepat selesai serta menghasilkan hasil yang maksimal jika disbanding sendiri. Begitu juga dengan Komunitas Asean, bersama-sama berjalan akan lebih baik dan maksimal daripada sendiri untuk menghadapi berbagai tantangan jaman yang akan terus berubah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar