Menikmati Indahnya Lampung

Menikmati indahnya pesisir Lampung


Sebagai warga negara Indonesia yang kaya akan budaya, memiliki berderet kekayaan alam yang indah dan tempat wisata yang menakjubkan tak kalah dengan negara lain, tentunya menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bila kita memiliki kesempatan mengunjungi beberapa di antaranya. Dan terus membuat list untuk kota-kota berikutnya.

Aku bukan travel blogger yang dalam jangka satu hingga dua bulan bisa pelesiran ke mana dan berada di daerah atau negara mana.
Tapi aku bersyukur selalu memiliki kesempatan untuk menjejakan kaki ke beberapa landscape indah Indonesia. Dan paling berkesan, tahun lalu aku berkesempatan menjejak Pulau Sumatra. Tepatnya ke Lampung dan Medan. 

Perjalanan ke Medan secara singkat sudah aku kisahkan di postingan ini Kesan Pertamakali Mengunjungi Medan, maka sekarang aku akan sharing bagaimana kesanku saat pertama kali mengunjungi Lampung beberapa waktu lalu. 

Provinsi paling Selatan di Sumatra yang penduduknya memiliki percampuran budaya antara Jawa dan Sumatra, karena letaknya yang paling dekat dengan ujung pulau Jawa. Bahkan ada sebutan istilah “Jaseng” alias Jawa Serang untuk penyebutan sebuah kawasan yang mayoritas penduduknya adalah perantauan dari daerah Serang, Banten.  

Siap mengantarkan ke indahnya lautan Lampung

Tiga hari dua malam di Lampung, satu harinya full untuk acara Arisan Ilmu Komunitas tersayang Kumpulan Emak Blogger. Satu harinya kami isi dengan menjelajah ke Pahawang dan Tanjung Putus. Hari terkahir sebelum pulang, kami sempatkan untuk mencari oleh-oleh dan makan on the spot Mpek-mpek dan durian di salah satu pusat oleh-oleh kota Lmapung. Tak lupa nongkrong cantik di salah satu cafe ngehits di Lampung. E’ls Coffe. 

Beberapa kesanku tentang Lampung, yang layak dipertimbangkan saat ingin berkunjung ke sana. 

Daya tarik utama wisata Lampung adalah pantai atau laut. Pesisir laut Lampung menawarkan keindahan dan wisata air yang akan selalu membuat kangen untuk didatangi kembali. Mulai dari yang natutal, keindahan bawah lautnya yang memanjakan mata, kita juga bisa wisata air by created. Seperti naik Banana Boad yang lumayan menguji adrenalin. 

Aku, makpon Mira dan beberapa teman-teman Lampung sempat naik, tapi sayang lupa motret. Karena jarak dan peralatan yang tidak memungkinkan. 

Menikmati kopi khas Lampung di E'ls Cofee

Pusat kota Lampung bisa dibilang kota berkembang yang masih nanggung. Perkembangannya bisa dilihat dari Bandara baru yang telah beroperasi. Beberapa titik kota juga mulai macet. Namun masih belum menjadi kota yang “Hidup dalam 24 Jam” 

Kami menginap di Batiqa Hotel yang lokasinya “tengah kota” dan bahkan bis Damri ke Bandara parkir di seberang hotel. Namun beranjak malam, mulai pukul 20.00 waktu setempat, suasana sudah terlihat sepi. Namun jangan khawatir sulit menemukan kuliner, meski tidak begitu ramai di sekitar hotel berjejer restoran hingga warung tenda yang menyediakan banyak alternatif pilihan makanan. 

Lampung terkenal sebagai Kota Kopi. Silahkan sesekali cek beberapa kemasan kopi sachet merek terkenal, banyak yang produksi Lampung. Lampung memang salah satu daerah di Indonesia yang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik. Dan memang benar adanya, rasa kopi Lampung memang cukup khas dan berbeda.

Senja menawan di Lampung

Kalau memiliki waktu kunjung yang lebih lama, bisa dipertimbangkan untuk wisata kebun kopi. Saat ke Lampung kami tidak atau belum sempat menjejak kebun kopi, hanya menikmati rasa khas kopi Lampung. Inilah salah satu alasan suatu saat aku ingin kembali menjejak Lampung. Agar bisa berkunjung ke salah satu kebun kopi terbaik Lampung. 

Dan dari pengalaman ke Lampung dan Medan tahun lalu, aku semakin penasaran dengan keindahan Sumatra yang lain. Next aku berharap bisa menjejak Palembang, yang mulai ngehits dan terangkat ke permukaan secara masif sejak menjadi salah satu tuan rumah Asian Games 2018 mendampingi Jakarta pada 2018 lalu. 

Yup, aku sangat tertarik, mulai searching dan ingin sekali mengunjungi Palembang sejak kemunculanya sebagai salah satu kota tuan rumah Asian Games 2018. 

Terkenal dengan kuliner Mpek-mpeknya, yang dijual di daerah manapun tetap menyandang nama kota Palembang. Kota yang ternyata tidak hanya berisi tentang “Mpek-mpek dan Jembatan Sungai Musi” saja, namun juga ternyata memiliki berderet tempat wisata keren lainnya yang bisa dilihat di artikel Detik berikut ini. 

Kota yang mulai banyak diulas, dilirik juga karena menjadi salah satu kota yang dilalui fenomena gerhana matahari total pada 2018 lalu. Bisa dibilang, 2018 adalah salah satu tahun terbaik Palembang yang menjadikannya salah satu kota layak dan wajib masuk dalam list kunjungan berikutnya ke Sumatra.

Kuliner yang di daerah manapun dijualnya, namanya tetap menyandang kota asalnya "Palembang" dan sebelum menikmatinya di Palembang langsung, mari menikmatinya di Lampung dulu

Dari searching jalur wisata Sumatra, kalau ke Palembang sangat memudahkan pilihan untuk melanjutkan perjalanan berikutnya menuju kota lain di Sumatra yang juga menarik untuk dikunjungi, Bukit Tinggi dan Padang. Dua kota yang juga masuk list impianku. Karena sejak di Jakarta kebanyakan makan nasi Padang dan gaul dengan sahabat-sahabat dari Padang.

Tidak perlu pusing dengan harga tiket yang ribut naik, karena perjalanan Palembang ke Padang PP, bisa ditempuh melalui jalur darat menggunakan bus antar kota Sumatra, Yoanda Prima. Salah satu Perusahaan Otobus yang memiliki trayek AKAP Sumatra dan berkantor pusat di Palembang. 

Memiliki trayek ke beberapa kota seperti Padang, Bukittinggi, Solok, Payakumbuh, Muara Bungo, Muara Tebu, dan Kiliran Jao, jalur Palembang – Padang PP adalah salah satu jalur favorite dan paling banyak diminati. 

Untuk pelancong luar pulau, pemesanan tiketnya semakin mudah karena sekarang sudah tersedia di Traveloka. Untuk informasi lebih detail dan lengkap bisa langsung kunjungi https://www.traveloka.com/tiket-bus-travel/yoanda-prima .

Pilihan membeli tiket bus melalui OTA akan memudahkan perjalanan orang seperti aku yang memiliki trauma tersendiri tentang bagaimana nyeseknya kena calo bus di terminal. Dan syok saat tahu bahwa harga yang aku bayarkan lebih mahal hingga tiga kali lipatnya.

Da aku berharap tahun ini salah satu list ini ada yang terlaksana, Insya Allah, Aamiin.



26 komentar

  1. Ternyata yang pernh kena tipu calo bukan aku doang heheheh. Soalnya dulu kalau kepepet butuh tiket blom bnyk pilihan. Skrng sih, lebih enak beli online

    BalasHapus
  2. Tahun 2014 aku ke Lampung dan ga sempat main ke pantainya Mak, cuman sepanjang perjalanan memasuki Lampung aku suka sama SIGER yang ada di setiap bangunan ini khas banget. Waktu beli oleh-oleh juga aku beli kopi banyak buat bagi-bagi xixixi apalagi sama keripik pisang coklatnya itu mak mmm endes pisan

    BalasHapus
  3. Lampung dan Palembang termasuk kota yang belum pernah saya kunjungi. Tetapi, kalau Medan idah pernah. Penasaran juga dengan 2 kota tersebut. Apalagi kulinerannya juga katanya enak-enak

    BalasHapus
  4. Kata suami, emang kopi lampung itu beda, lebih nikmat. Emang sih, walau belinya kopi kemasan pabrik besar, tapi yang bertuliskan kopi lampung itu aromanya beda dengan yang bukan kopi lampung.

    Semoga tahun ini bisa kesampaian ya menjelajah kebun kopi dan juga makan mpek-mpek sepuasnya di palembang. Saya dulu pas ada tugas ke palembang nggak mau makan nasi, tiap hari jajan mpek-mpek hehe...

    BalasHapus
  5. Hayuk kapan ke Palembang, kita makan mpek mpek sampe puassss 🤣

    BalasHapus
  6. Ayo mak ke Lampung lagi, banyak wisata keren kok di kota kelahiranku hihihi, kalau mau surfing juga bisa apalagi beli tiketnya bisa online tinggal klik bayar berangkat deh.

    BalasHapus
  7. Iya bener Mak, pesona Palembang semakin terangkat yaa pasca Asian Games kemarin.. 😊
    Btw itu jurusan Padang-Palembang jelas paling banyak diminati dong, yaa.. secara di kedua tempat itu yang saat ini paling banyak destinasi wisata dan kulinernya. Hehe. Tapi ke depannya mungkin daerah-daerah lain di sekitarnya juga menyusul, ya 😊

    BalasHapus
  8. Aku pertama kali ke Lampung gak nyangka aja, eh malah setelahnya jadi mondar mandir ke sana. Seru juga ternyata ke Lampung apalagi bisa ngunjungi Anak Krakatau juga.
    E'ls Coffe terkenal banget ya di sana punya beberapa kedai juga.

    BalasHapus
  9. Jadi inget temenku yang orang Lampung, kalau dia lagi mudik, pasti aku minta oleh-oleh nya Kopi khas Lampung. Agak asem menurutku, tapi enakk.
    Enak ya sekarang udah bisa pesen tiket bus lintas sumatera gini online langsung, apalagi kalau lewat traveloka, biasanya suka ada diskon2 gitu ya hehe. *pengguna setia traveloka nih*

    BalasHapus
  10. Insya Allah kudoain supaya Mak Icoel wishlistnya tercapai amiiiin

    BalasHapus
  11. Udah lama gak ke lampung, emang banyak ya pilihan buat seneng2 di Lampung. Makanannya jg asiiik2.
    Masih punya PR buat ngajak krucils ke sana niiih

    BalasHapus
  12. Asyiknyaa udah pernah sampai Tanjung Putus. Betah banget pasti di sana, yaa. Btw, ngga nyobain Mie Lampung iihhhh, khas juga kaaan.

    BalasHapus
  13. Kopi khas lampungnya ngiler banget nie rasanya pengen cobain...semoga nanti bisa jalan2 ke lampung

    BalasHapus
  14. Padahal Lampung termasuk ibu kota provinsi ya, tapi belum hidup 24 jam. Tapi ya mungkin setiap daerah punya adat istiadat masing-masing ya. Berarti kalau mau ke Lampung harus siap dengan jam malam ya, untungnya soal bus bisa dipesan online lewat Traveloka ya.

    BalasHapus
  15. sejak harga tiket pesawat yang melambung tinggi, makin mikir buat liburan naik pesawat. Ingin sih ke Lampung, apa mending naik bus aja ya. Kan ada tuh dari Gambir ke Lampung.

    BalasHapus
  16. Ya Allah..jadi makin pingin ke Lampung. Banyak sahabat dekat di sana. Namun sampai saat ini belum ada kesempatan ke sana. Semoga suatu saat bisa ke sana. Cantik dan pastinya bikin pingin balik lagi ya, Mak...

    BalasHapus
  17. Haseeeekkkkkk... main ke Lampung nih mak, aku ikutan ya mak Icoel. Jujur sih aku belum pernah pergi keluar kota gitu naik bus, pasti seru ya kalau sama teman-teman.

    BalasHapus
  18. Sampai ada wilayah yang disebut Jaseng gitu ya mak saking banyaknya orang Jawa keturunan Serang di situ. Namanya juga wilayah yang paling dekat dengan Jawa ya, tentunya populasi orang Jawa di sana bakalan banyak banget. Saudaraku yang dari Jogja puluhan tahun lalu transmigrasinya ya ke Lampung.

    BalasHapus
  19. Aku tu punya cita2 nyeberang ke Lampung maaakk :D
    Ooo jd bisa ya pesen tiket busnya di Traveloka. Moga2 tahun ini bisa kesampaian melihat Lampung :D

    BalasHapus
  20. Aamiin... kukira Mak Icoel udah pernah ke Lampung. Padahal deket ya dari Jawa cuma nyebrang laut sebentar.

    BalasHapus
  21. Jadi inget waktu kita barengan ke Lampung, dirimu berenang udah kayak ikan duyung, berenang nggak berhenti :)

    BalasHapus
  22. Aku belum pernah ke Lampung, dulu mau kesana, eh ga jadi karena kerja. Pokoknya sekarang mah harus bisa kesana.

    BalasHapus
  23. Seriusan kaak...?
    Tiga kali lipaaatt...?

    Wow banget.

    Tapi mungkin bright side nya, selain menjadi pelajaran juga jadi jalan rejeki untuk Pak Calo.
    Huuhu~
    ((meskipun nyesek))

    BalasHapus
  24. Aku kepingin banget ke lampung. Tapi kalau dari aceh kejauhan karena harus ke jakarta dulu. Lampung, oh lampung

    BalasHapus
  25. Kupikir Batiqa Hotel ada di Cirebon aja, ternyata ada juga di Lampung kampung halaman Mertua hehehe soale klo ke Lampung gak pernah nginep di hotel, tidurnya di rumah saudara2 mertua.

    Belum pernah juga pesan tiket bis via Traveloka, biasanya langsung ke loketnya. Boleh dicoba juga nih.

    BalasHapus
  26. Laah sampe tiga kali lipat maaak tega banget siih yg ngasih harga smpe segitu naiknya yaa. Lampung baguuus aku belum sampai sana nih.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar ^_^