Belajar Membuat Puoch Bersama Alfamart dan Lazis NU





Tanpa bermaksud memaksakan kehendak kepada anak, jujur saat ini saya sering menggiring anak untuk memiliki pikiran “Kelak dewasa mau menjadi pengusaha”. Perkembangan era digital yang sangat pesat memang telah mengubah pola pikir saya tentang masa depan anak. 

Yaitu tentang pilihan masa depan yang cemerlang tidak melulu tentang “Melihat anak bekerja dengan seragam rapi, duduk di belakang meja di sebuah kantor”.




Teknologi membantu dan memudahkan orang melakukan banyak hal, terutama hal kreatif sesuai bakat dan minat masing-masing. Teknologi juga memberi banyak peluang untuk masyarakat mengembangkan diri melakukan, membuka usaha dalam berbagai jenjang dan skala.

Perkembangan teknologi dengan akses yang mudah banyak menghasilkan pengusaha-pengusaha mikro kecil dan menengah yang dalam berbagai jurnal, berita hingga workshop dan gathering yang pernah saya ikuti dengan sangat jelas memaparkan bahwa UMKM yang menyokong ketahanan ekonomi Indonesia di saat krisis ekonomi melanda.



Perkmbangan ini mendorong semua kalangan, baik pemerintah, lembaga masyarakat hingga swasta turut berperan ambil bagian mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui program dan kebijakan masing-masing.

Salah satu yang cukup konsisten turut serta dalam mendorong kemajuan UMKM Indonesia adalah jaringan minimarket terbesar di Indonesia, Alfamart melalui berbagai program. Salah satunya adalah Pemberdayaan Masyarakat. 



Melalui pelatihan Pemberdayaan Masyarakat ini, diharapkan mampu menumbuhkan minat peserta yang hadir untuk terisnpirasi dan bertransformasi untuk menciptakan peluang yang ada. Baik untuk saat ini maupun kelak saat mereka.

Dan saya yang dalam kondisi semangat mengikuti dan mempelajari banyak hal tentang dunia usaha, sangat beruntung berkesempatan menghadiri salah satu pelatihan pemberdayaan yang dilaksanakan Alfamart pada 27 Maret 2018 lalu di Kantor Pusat NU. Bekerjasama dengan NU Care dan LAZIS NU, Alfamart memberikan pelatihan membuat puoch untuk Ibu-Ibu NU dan PKK, blogger, dan mayoritas Siswa SMA dan SMK.

Terima kasih Alfamart untuk pelatihan hari ini ☺

Sangat menarik melihat mayoritas peserta pelatihan diisi oleh siswa SMA dan SMK, karena ini merupakan pengenalan sejak dini ke remaja untuk dapat melihat peluang yang bisa mereka pilih ke depan. Tidak hanya terpaku pada pilihan “Ingin menjadi karyawan” tapi bagaimana menciptakan lapangan kerja lebih luas.

Materi pelatihan membuat pouch di Kantor Pusat PBNU kali ini diisi oleh Siswawirausaha dari SMK ITACO yang meghadirkan sang Inisiator Susi Sukaesih dan team yang terdiri dari 3 siswa. Menarik, dari anak muda oleh anak muda dan untuk anak muda. Meski pesertanya ada yang sudah Ibu-ibu πŸ˜†

Gambar atas, motif boneka karya Mak Nunu, merah karya teteh Yuli dan biru punya saya yang tak tuntas πŸ‘―
Dan ini penampakan puoch saya setelah finishing ke abang jahit dekat rumah πŸ˜†

Semua peserta yang hadir diberi satu set bahan dan perlengkapan membuat pouch. Kain perca yang digunakan masih baru, tapi berdasarkan penjelasan team Siswawirausaha, bisaa juga lo menggunakan kain bekas.

Memang tantangan banget ya, menjahit menggunakan tangan. Dan saya dalam tahap menyerah, membawa sisa bahan setengah jadi pulang. Nanti dilanjut di tukang jahir dekat rumah saja. karena sudah tertusuk jarum entah berapa kali, terkahir hingga berdarah dan membuat saya berhenti. Khawatir jadi putri tidur kata mamak Eni Martini.

Semua hasil jahitan dicek dan dilihat oleh team Siswawirausaha, jahitan paling rapi mendapat hadiah sebuah tas tangan cantik karya Siswawirausaha.

Meski saya menyerah karena tertusuk berulang-ulang, kesimpulannya ternyata membuat barang layak jual semacam pouch ini mudah. Bahkan bisa disimpulkan untuk satu model type ini, cukup satu kali pelatihan. Next pelatihan berikutnya bisa langung ke model lain.

Terima kasih pelatihannya ☺
Melalui pelatihan ini, jujur semangat saya untuk berwirausaha dan mendorong Alisha, memberikan gambaran sejak usia dini tentang dunia wirausaha jadi semakin meningkat. Kalau belakangan saya mendukungnya dengan cara membelikan mainan yang sedang ngehits di kalangan bermainnya. Seperti slime, sticky note bergambar kartun dan dijual kembali ke teman-temannya, next sepertinya saya wajib mengajaknya ke pelatihan seperti ini.

Karena sejak mengerti banyak hal dan ditanya “Apa cita-citanya?” jawabannya tidak pernah berubah dan sangat milenial sekali “Mau kaya Ria Ricis”, terkadang bertambah jadi “Mau jualan ayam sama baju kaya Ria Ricis”. 

Okelah, mari terus mengembangkan diri ya Nak. Dan semoga semakin banyak pihak yang ikut ambil bagian melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat seperti yang dilakukan oleh Alfamart dan bisa kita ikuti.

Tulisan terkait bisa dibaca di Google Untuk UKM

7 komentar

  1. Coba programnya sampai ke Banjar, ku umpatt

    Btw Icoel dari tahun kapan hamdak buka usaha, kebanyakan mikir jadi kada terealisasi :P

    BalasHapus
  2. Katanya kalo mau jadi pengusaha emang hrs ngerasain ketusuk2 dulu neng, periih awalnya, sukses endingnya 😍
    Cemunguuud 😘

    BalasHapus
  3. Mak icuuuuulll.. Finishingnya di abang penjaittttt 🀣🀣🀣

    Iya bener. Ngeliat bapaknya riyadh yy jdi wirausaha kepengen anak jd wirausaha juga. Niatny ngelatih dr kecil biar dia kreatip, gak katak emaknya yang lempeng bae. Bagus ini Alfamart kerja sama dengan LAZIS untuk program pemberdayaan masyarakat.

    BalasHapus
  4. Doelll, klo acara ginian ajak gue dongg, jitak gak ajak2

    BalasHapus
  5. Kira-kira program Alfamart ini akan dilaksanakan ke setiap daerah juga ngga ya mak? Mau ikutan juga kalau ada di Bengkulu mak.

    BalasHapus
  6. Pouchnya lucuuuu mak, warna-warni begitu.

    BalasHapus
  7. Wah bagus sekali ini kegiatannya, bisa menjadi peluang usaha yang bagus

    BalasHapus