Kamis, 28 Januari 2016

#InvestAsik Untuk Masa Depan Asik



Besar di Kota kabupaten yang mayoritas adalah perantau, di mana lingkungan mengajarkan bahwa “Masa depan adalah PNS”. Maka kalau kita tidak menjadi PNS, terkadang mendapat streotip bahwa masa depan kita suram.

Tapi saya tidak bisa menyalahkan atau menjudge pendapat tersebut juga, meski saya bukan pengikut pendapat tersebut. Dulu, sebelum dunia berkembang secara modern tanpa batas saya sudah memiliki pemikiran yang anti mainstream. Meski hanya disimpan sendiri dalam hati, karena akan terasa aneh dan dianggap sombong kalau saya terlalu berani mengungkapkan hal tersebut.


Sekarang? Saya tidak dalam kapasitas untuk mendebatkan bahwa saya benar sih, tapi hanya berusaha menceritakan berdasarkan pengalaman ribadi. Bahwa masa depan cerah atau tidak, terjamin atau tidak semua tergantung pada perencanaan hidup masing-masing orang secara personal. Apalagi sat kita kaitkan dengan materi.

Yang ini Investasi Kesehatan untuk tetap bugar di masa depan :D
Bisakah orang tanpa penghasilan tetap seperti saya dan suami yang sama-sama freelance memiliki masa depan yang terjamin? Tentu saja bisa, jawabannya adalah dengan berinvestasi.

Investasinya dalam bentuk apa? Kalau sudah banyak uang ya bisa beli rumah di lokasi yang strategis, beli logam mulia dan lain-lain. Tapi kalau uangnya saja ternyata harus dikumpulkan pelan-pelan, tentu harus pinter ya memilih investasi agar uang yang tidak sebanyak milik keluarga konglomerat bisa berkembang, menghasilkan dan tepat guna.

Nah, beruntung banget sabtu kemarin saya dan beberapa emak-emak dari KEB menghadiri sebuah acara keren “Investasiku Masa Depanku”. Diadakan oleh Rekasadana acara ini menghadirkan pemahaman baru bagi saya pribadi tentang makna dan manage investasi.

Acara dilaksanakan di The Terrace, Senayan National Golf Club acara dibuka dengan yoga bersama. Sudah paham kan bahwa olahraga juga salah satu bentuk investasi masa depan, supaya tetap bisa sehat bugar dan segar di masa senja dan menikmati hasil investasi financial di masa muda.

Di acara utama yang menghadirkan narsum Mbak Prita Ghozie seorang finacial planner dan penulis beberapa buku kece, Mas Farhan yang pastimya semua sudah tahu dong,  dan  Wiko H.Tanata. dipandu Prabu Revolusi, ilmu mengalir dari ketiga narsum ini untuk kami yang benar-benar masih banyak tidak tahu tentang konsep investasi.

Konsultasi & mencari pencerahan tentang investasi Reksa Dana
Jadi investasi  tidak hanya tentang masa tua bisa pensiun dengan tenang tanpa kekurangan financial. Tapi investasi adalah tentang bagaimana hidup makmur hingga akhir hayat. Bahkan saat usia sudah sampai tiba waktunya ditutup Sang Maha Pencipta, tidak meninggalkan kesulitan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Hayo, siapa yang ingat guyon dagelan suami sakit mau meninggal dilarang oleh istrinya dengan diingatkan biaya pemakaman hingga selamatan 100 hari? :D

Dan hidup makmur aspeknya sangat luas. Siapa yang tidak mau mendaftarkan buah hati ke sekolah unggulan terbaik? Siapa yang tidak mau jalan-jalan minimal keliling Asia saja? semua pasti mau!!

Di sinilah peran penting investasi mengcover kenbtuhan kita. Penting juga diingat, investasi bukan tentang sisa uang yang disimpan, tapi menyisihkan dari pendapatan. Dan semakin tinggi dan bertambah pendapatan, maka sudah selayaknya investasi juga kita naikan.

Pada sharing ini, yang paling menarik sebenarnya saat mendengar kisah awal investasi Mas Farhan. Sebagai seorang entertainer yang kerjanya tidak pasti, kadang ada kadang tidak. Kadang banyak, terkadang juga sebaliknya pada saat titik tertentu membuatnya sadar bahwa dia harus berinvestasi untuk menjaga masa kosong job.


Sangat yakin untuk memulai investasi & membuka rekening Reksa Dana :D

Dan ini mengingatkan kondisi saya dan suami saat ini yang sama-sama bekerja sebagai freelance. Bagaimana masa depan dan cita-cita kami ke depan? Tentu semua harus direncanakan dari sekarang. Jujur saja saya merasa telat banget berfikir dan memulai tentang investasi karena selama ini banyak ragu-ragu.

Mbak Prita Gozhie lebih mengagumkan dan canggih lagi, sudah berinvestasi sejak masa remaja. Melihat contoh dari sang ayah, juga untuk mewujudkan cita-cita punya rumah langsung saat menikah, ingin naik haji usia muda dan banyak impian lain membuatnya getol berinvestasi.
Menurut mbak Prita, saat orang tua tidak berinvestasi, biasanya anak akan tidak aware berinvestasi. Jadi orang tua harus memberi contoh utama.

Dari jumlah yang tidak banyak sampai sekarang saat pendapatannya sudah meningkat signifikan, mbak Prita juga terus meningkatkan investasinya. Karena investasi sendiri menurut mbak Prita bukanlah tujuan akhir. Yang menjadi tujuan adalah “Apa yang diinginkan, dilakukan dari hasil investasi tersebut”.

Investasi juga bukan tentang “Ingin menjadi milyuner” karena orang-orang kaya pun tetap berinvestasi meski mereka sudah kaya. Jadi lebih kepada bagaimana mendapatkan hasil maksimal dari simpanan yang kita miliki. Atau mengumpulkan maksimal pendapatan kita. Dan mencapai cita-cita yang kita inginkan.

Saran mbak Prita, khususnya untuk perempuan harus benar-benar menyisihkan penghasilan untuk berinvestasi. Karena berdasarkan survei harapan hidup kaum perempuan jauh lebih tinggi dibanding laki-laki.

Jadi investasi adalah semacam ikhtiar untuk berjaga-jaga kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Misal suami meninggal, maka istri tidak goncang secara financial saat harus menjalani sendiri semuanya. Karena itu wahai para perempuan, jangan memperbesar balanja, tapi perbesarlah investasi.


Tentang Reksa Dana

Sebelumnya saya juga pernah ikut workshop tentang trading saham dan punya akunnya. Tapi jujur, belum pernah saya jalankan sama sekali karena masih belum bisa all out soal waktu mempelajarinya. Di acara ini saya jadi tahu tentang Reksadana yang selama ini hanya tahu namanya saja.

Jadi bedanya trading dan Reksa Dana adalah pada yang menjalankan. Kalau trading kita menjalankan sendiri semua pembelian, kalau reksa dana dijalankan Manager Investasi. Memang hasilnya jadi berbeda, kalau trading sendiri tentu lebih tinggi, tapi resiko juga lebih tinggi. Dan menuntut waktu yang lebih konsisten dan fokus untuk menjalankannya.

Meski sebenarnya investasi apapun pasti ada resiko, tapi tidak berinvestasi juga jauh lebih beresiko. Kalau menurut mas Farhan “Jangan membeli asuransi setelah sakit, jangan berinvestasi setelah kepepet”. Jadi rencanakan semua sebaik mungkin.

Reksadana adalah investasi dalam tabungan dan ada manager investasi yang menjalankan. Kita tinggal duduk diam dan terus menambah saldo, investasi akan berjalan sendiri.  Instrumennya endiri berupa saham, obligasi, pasar uang dan lain-lain.

Dan Reksa Dana tergolong investasi yang “manageable” resikonya.  Tinggal mempercayakan investasi kita ke lembaga terpercaya dan menengoknya sesekali untuk melihat hasilnya. Atau terus memantau via online juga bisa.

Ada beberapa skema investasi yang ditawarkan. Ada IMD atau Investaku Masa Depanku. Yaitu program investasi berkala Reksa Dana Campuran dan Reksa Dana Saham. Minimal pembukaan Rp 200.000. Bisa langsung menggunakan auto debet pada tabungan. Dengan jangka waktu minimal tiga tahun. setelah satu tahun pertama bisa kita ubah jumlah penyetorannya. Untuk auto debet baru bekerjasama dengan Bank BCA.

Skema kkedua yaitu skema fleksibel. Pembukaan pertama minimal Rp 100.000. Kapanpun dan berapapun ada uang, kita bisa menyetorkan ke rekening Reksa Dana. Perkembangan pertahun berkisar 15%.

Keuntungan lain, Reksa Dana dana tidak dikunci, bisa dicairkan kapanpun kita membutuhkan. Hanya bila pencairan di bawah 2 tahun ada biaya administrasi yang nggak gede kok. Untuk biaya pembelian sendiri sebesar 1%. Selebihnya tidak ada biaya apapun lagi.

Jangan lupa Invest yang konsisten ya maks, untuk masa depan yang lebih baik :D


Tapi yang harus benar-benar diperhatikan saat akan berinvestasi adalah keabsahan Lembaganya. Manager investasi yang menjalankan harus bersertifikat dari Lembaga resmi di bawah naungan OJK. Jangan sampai kita tertipu, benar-benar kenali seluk beluknya sebelum berivestasi.

Secara personal, perhatikan konsumsi, karena kalau konsumsi tidak dimanage maka investasi tetap jebol. Kedua, investasi juga harus konsisten lo. Kalau tidak konsisten maka tidak akan maksimal hasilnya.

Dan saya, Makpon Mira dan Makjurbay Irma langsung mengisi form pembuatan rekening Reksa Dana saat itu juga. Karena ingin menerapkan ilmu hari itu untuk masa depan lebih baik, tsahh :D

Jadi para freelance, jangan takut dengan masa depan. Yuk rencanakan dari sekarang investasi untuk masa depan yang lebih makmur dan terjamin.Karena semua harus direncanakan dengan asik, untuk dapat menikmati hasil yang asik. salah satu caranya dengan #InvestAsik.


Untuk tahu lebih jauh tentang Reksa Dana dengan segala produk serta skema dan instrumentnya, bisa buka social media twitter & IG @ReksadanaOnline serta Fan Page Reksa Dana Online.

3 komentar:

  1. Iya sekarang emang harus investasi, tapi hati2 juga banyak investasi bodong yah mak.

    BalasHapus
  2. katanya sekarang reksadana lagi kurang OK, tapi yang penting usaha lah ya mak

    BalasHapus
  3. Kece nih artikel, tapi kenapa fotoku yg monyong yg di pajang ? beuuhh... :)))

    BalasHapus