Sabtu, 21 Desember 2013

Berbagi Bersama Seorang Wylvera






Saat membaca chellenge ke 2 dari GA mak Winda saya langsung terpikir untuk mengangkat salah satu profil member KEB yang aktif di kegiatan sosial. Diantaranya ada Anazkia, sahabat tercinta yang biasa kupanggil Kuntinanaz ini sudah sangat kesohor dengan Hibah Sejuta Buku. Jadi maaf ya Naz kali ini aku tidak akan mengangkat profilmu, karena saking mengagumkannya sudah terlalu banyak profilmu beredar dan diangkat oleh banyak pihak untuk memberi inspirasi pada banyak orang, hihihi….!


Ada juga Susi Icuz yang menggerakan Akademi berbagi Bekasi. Tapi beliau ini juga sudah mulai menanjak profilnya di dunia maya dan seorang sahabat juga pernah mengangkat profilnya di sini. Dan akhirnya setelah memilah-milah saya jatuhkan pilihan untuk emngangkat sosok Mak Wylvera Windayana atau yang biasa disapa Mak Wiwiek.


Mak Wiwiek di Lapas Anak Pria Tangerang (Foto Dok. Mak Wiek)

Ya…sebenarnya saya sudah cukup tertarik dengan profil emak satu ini saat saya membaca sebuah tulisannya yang mengisahkan kegiatannya member pelatihan dan mengajar di Lapas Anak Pria Tangerang dan “sekolah sampah” Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Al – Falah Bantar Gebang. Sudah tahu kan kenapa mak Wik menyebutnya “sekolah sampah”?


Mak Wiwiek di tengah anak-anak PKBM AL-Falah yang membutuhkan uluran bantuan (Dok.Mak Wiek)


Ya, sekolah yang berada di tengah kubangan pembuangan sampah Bantar Gebang yaitu sebuah sekolah berbasis kurikulum kesetaraan Paket A, B, dan C. sekolah dengan segala keterbatasan. Sekolah yang membutuhkan perhatian dan kebaikan hati banyak pihak untuk bersedia mengulurkan tangan. Dan Mak Wik adalah salah satu orang yang cukup terketuk hatnya memberikan sumbangsih di lingkungan ini.

Di tengah kesibukannya sebagai ibu dua anak dan seorang istri, penulis dan pengurus sebuah media interen sebuah instansi yang menuntutnya memberikan perhatian maksimal tentu merupakan perjuangan tersendiri baginya. Tapi yang namanya kebahagiaan dari berbagi itu adalah sebuah kegiatan pemuasan batin yang memang tidak bisa dibendung atau dihalangi terutama saat keinginan tersebut datang dari diri sendiri dengan niat tulus untuk berbagi. Tapi semua tetap dijalani ibu cantik yang juga bersuara merdu ini dengan semangat berbagi. Yah…seperti tagline KEB “Kami Ada Untuk Berbagi” hehehe… J
Dan itu tidak menghambat produktifitasnya untuk tetap menghasilakan karya di duniaa menulis, terbukti dalam setahun bukunya yang terbit tetap bejibun. 

Mak Wiwiek Di Bantar Gebang (Dok.Mak Wiwiek)



Meski demikian, me time, keluarga dan bersenda gurau dengan para sahabat juga tak pernah dilupakannya oleh Ibu kelahiran Medan tahun...(rahasia...ingat di Indoensia membahas usia itu sendi yah, yang penting semangat ttap muda dan gaul, hihihi...!). Meski penampilannya terlihat  anggun dan bersahaja tapi saat berkumpul dengan para sahabat seperti saat halal bihalal KEB maka jangan tanya bagaimana gaulnya emak satu ini. Kalau sudah bercanda dan membaur di tengah para emak-emak yang lain maka kita akan tahu kesan pertama yang terlihat sedikit berjarak itu akan sirna. Bahkan emak satu ini bisa dibilang sangat-sangat gaul, yang mana  tawanya akan selalu mengiringi disetiap interaksi tersebut. Ingat nggak peristiwa uang tahun KEB di Inul Vista? Hihihi….!

Dari seorang mak Wik saya melihat sebuah inspirasi bahwa usia, kondisi dan alasan kesibukan sebenarnya bukan penghalang sama sekali untuk kita tetap bisa berbagi. Semua tetap tergantung niat kita mau bersungguh-sungguh untuk berbagi, karena dari situ akan selalu ada jalan.

Dan bagaimana kita memulainya? Tentu saja salah satu jalan bila kita memiliki rejeki dan kemampuan bisa menghubungi MakWik melalui FB atau twitternya karena menurut beliau anak-anak tidak mampu di Bantar Gebang itu benar-benar membutuhkan uluran tangan dari banyak pihak. Bisa berupa peralatan sekolah lengkap yang nanti akan disampaikan oleh mak Wik pada mereka. Atau bantuan financial untuk beasiswa. Karena mayoritas siswa di PKBM Al-Falah Bantar Gebang itu adalah anak pemulung yang benar-benar minim kemampuan finansialnya. Padahal sebagian dari mereka memiliki kemampuan yang diatas rata-rata dalam hal belajar dan yang paling utama mereka juga generasi penerus Bangsa Indonesia di masa depan.


Jadi mari menunjukan kepedulian kita, dengan menjadi gaul namun tetap peduli dengan lingkungan sekitar dan member pada yang membutuhkan.


http://emakgaoel.blogspot.com/



6 komentar:

  1. memang top ya mbak wiwiek, semoga ilmunya selalu bisa dibagi kepada anak-anak lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, dan semoga menginspirasi banyak orang yah

      Hapus
  2. Salam kenal untuk Mak Sumarti dan Mak Wiwiek
    Btw, suka dengan kalimat terakhirnya "mari menunjukan kepedulian kita, dengan menjadi gaul namun tetap peduli dengan lingkungan sekitar dan member pada yang membutuhkan".

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mak, makasih dah berkunjung :D

      Hapus
  3. Ternyata masih banyak orang baik dan keren kayak Mak Wiwiek ini. Peduli dan menyayangi sesama sepenuh hati. Semoga Allah mengganjar pahala dan imbalan terbaik. Dan semoga kita bisa menirunya :)

    BalasHapus
  4. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

    BalasHapus