Rabu, 04 September 2013

Berbagai Sisi Jakarta Sebagai Kota Diplomasi Asean



Gedung Sekretariat ASEAN (Image dari sini)



ASEAN adalah organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara yang didirikan melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok pada 8 agustus 1967 oleh 5 Negara Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand dan Filiphina. Dan menyusul lima Negara Asia tenggara lain di beberapa tahun berikutnya Brunei Darussalam 7 Januari 1984, Vietnam 28 Juli 1995, Myanmar dan Laos di aktu yang sama 23 Juli 1997 dan Kamboja 16 Desember 1998.

Dan seperti pada umumnya sebuah organisasi di belahan dunia manapun pasti membutuhkan tempat untuk berkumpul, berdiskusi dan merundingkan banyak hal termasuk tujuan-tujuan mulia dibentuknya organisasi tersebut. Begitu pula Asean yang tujuan utama awalnya adalah kerjasama memajukan Sosial, ekonomi dan Budaya Negara anggotanya meski sekarang seiring dengan perubahan maka berkembang pula tujuan Asean. dan yang paling dekat adalah Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 dengan kerjasama yang lebih luas dan tujuan yang lebih tinggi lagi. Dan untuk itu pada tahun 1976 disepakati bersama untuk mendirikan Sekretariat Asean di Jakarta, tapi masih bergabung dengan Kementrian Luar Negeri. Dan pada tahun 1981 barulah berdiri gedung khusus Sekretariat Asean tepatnya di Jalan Sisingamangaraja No 70A Jakarta Selatan.


Terus terang pertimbangan apa saya juga tidak menemukannya di mbah Google (aduh ya, kliatan banget ketergantungan sama si dukun satu ini) apa dan mengapa Jakarta yang dipilih. Maka saya pun berandai-andai sendiri kira-kira kenapa Jakarta yang terpnilih ya? Tapi berdasarkan artikel ini  Sekretariat Asean diprakarsai oleh Presiden RI saat itu, Soeharto. Jadi dilihat dari sisi ini mungkin pertimbangan beliau adalah dengan adanya Sekretariat Asean maka akan menjadi ikut mengangkat nama Indnesia terutama Jakarta karena akan sering ada pemburu berita dari Negara-negara  anggota dan Negara lain yang ingin meliput perkembangan Asean. Dan ini bisa menjadi promosi tersendiri bagi Jakarta karena biasanya seorang reporter tidak hanya fokus pada sebuah acara atau kegiatannya saja tapi juga menampilkan beberapa sisi unik disekitarnya itu sudah pasti.

Dan kemungkinan disetujui oleh Negara anggota lain karena pertimbangan Jakarta berada di indonesia yang Negaranya paling besar diantara Negara anggota Asean lain sehingga memudahkan penyediaan lahan dan sebagainya untuk kepentingan berdirinya Sekretariat asean ini. ini hanya pendapat saya pribadi ya…karena tidak ada di mesin pencarian modern.
Dengan adanya Sekretariat Asean di Jakarta maka setiap agenda rapat untuk membahas all about ASEAN (selain KTT tentunya yang pengadaannya selalu berpindah tempat secara bergilir setiap tahunnya) mulai dari konflik, kerjasama, dan perkembangan serta rencana-rencana lain oleh seluruh  perwakilan Negara anggota sudah pasti dilaksanakan disini dan otomatis membuat Jakarta menyandang gelar Diplomatic City of ASEAN, alias bahasa sederhananya adalah kota yang menghubungkan seluruh anggota Asean. Dan itu akan memberi keuntungan tersendiri bagi Jakarta diantaranya akan sering terekspos ke media luar Negeri dan akan meningkatkan keingintahuan banyak orang untuk tahu tentang Jakarta. Sehingga ini akan menjadi promosi tersendiri bagi Jakarta.

Dengan posisi ini membuat Jakarta yang membawa nama Indonesia mendapat image sebagai Negara dengan wibawa yang mumpuni, ibarat dalam hubungan persaudaraan Jakarta dianggap “kakak tertua” yang mampu menghubungkan dan menengahi satu sama lain. Jakarta sebagai ibukota Negara dengan kehidupan multi etnisnya akan menjadi contoh tersendiri bagi Negara lain akan kehangatan kehidupannya yang didalamnya terdapat berbagai budaya yang menjadi satu setiap harinya.

Namun selain terekpos yang bagus-bagusnya maka kita juga harus siap terekspos yang jelek-jeleknya. Dimana Jakarta adalah kota metropolitan yang super kompleks problematikanya. Denganpertumbuhannya yang pesat dan mempesona Jakarta juga dibarengi dengan banyak memiliki “kekurangan” yang tak sedikit. Mulai dari masalah sosial yang bisa dilihat dengan banyaknya anak jalanan, gepeng, kawasan kumuh dan lain-lain. masalah infrastruktur yang belum sempurna dengan banyaknya pembangunan yang terbengkalai seperti jembatan layang, tiag pancang monorel dan sebagainya. Demokrasi yang setiap hari menyebabkan banyaknya orang demo untuk memprotes berbagai hal sehingga berakibat pada kemacetan yang luar biasa. Padahal tanpa ada demo saja macetnya sudah luar biasa. Dan berbagai problematika kehidupan kota Jakarta yang lain yang kita harus siap untuk mendapat cemo’ohan karena itu, mendapat kritikan karena itu dan sorotan negatif.

Jadi mulai sekarang sebagai warga Jakarta mari kita bersama-sama pemerintah membantu menjaga kondusifnya kondisi Jakarta agar tidak menimbulkan berita negarif terutama di luar negeri. Jangan hanya berharap perbaiakn pada pemerintah, kita warganya wajib untuk membantu. Minimal menjaga yang sudah ada dengan baik. Terutama untuk menghadapi Komunitas Asean yang akan mulai diterapkan pada 2015 nanti, sambil mensosialisasikan kita harus tetap terus semangat dalam menjaga semua yang sudah ada dan mengembangakan semua yang terbaik dan meminimalkan semua kekurangan Jakarta. Karena sekretariat Asean di Jakarta sama dengan Indonesia juga sebagai tuan rumah Komunitas Asean yang akan datang. Jadi mari kita dukung bersama untuk menjadi yang lebih baik untuk Jakarta, untuk Indonesia dan untuk satu ASEAN.
 
Refrensi
http://www.antaranews.com/berita/367726/indonesia-berperan-wujudkan-komunitas-asean

Tidak ada komentar:

Posting Komentar