Sabtu, 31 Agustus 2013

Peluang Investasi Besar Di Laos







Diantara 10 negara anggota Asean Laos adalah salah satu yang tidak begitu “populer” menurut saya. Sangat jarang ada berita yang berlebihan dari Negara negara posisinya yang terkurung daratan Asia Tenggara ini. Hal ini disebabkan sifat tertutup satu-satunya Negara komunis yang tersisa ini. Bahkan saking tertutupnya Laos bergabung dengan WTO saja merupakan berita KEJUTAN bagi dunia. Namun belakangan Laos mulai berkembang seiring dengan mulai membuka dirinya terhadap dunia. Hubungan yang mulai berkembang kuat dengan China, menjadi anggota WTo, membuka diri dengan anggota Asean dan melonggarkan control ekonomi dan mulai memberi kesempatan swasta.

Jumat, 30 Agustus 2013

Kebanggaan Kopi VS Realita

Image jateng.litbang.deptan.go.id



Memasuki hari ke 5, kali ini para blogger di tantang untuk membahas topik yang sangat seksi yaitu kopi di mana Vietnam dan indonesia adalah Negara penghasil kopi kedua dan ketiga di dunia di bawah Brazil. Ya, kopi memang sangat topik seksi untuk dibahas karena membahas kopi tidak hanya sekedar membahas minuman tapi juga akan melibatkan ekonomi, sosial dan budaya. Membahas kopi tidak sekedar membahas minuman ringan tapi juga membahas tentang problematika kompleks negeri kita tercinta Indonesia.

Kamis, 29 Agustus 2013

Wisata dan Visa







Lajunya perkembangan teknologi dengan jaringan internetnya yang tanpa batas telah mengubah banyak hal yang ada dalam kehidupan. Salah satunya dampak positif yang terlihat nyata adalah pengaruhnya terhadap dunia pariwisata. Jaman masih serba manual dan jadul, info wisata hanya bisa dilihat dan dibaca melalui media cetak dan sesekali sepintas dari TV. dokumentasi pelakunya yang masyarakat umum dan tidak kerja di media maka hanya akan menjadi koleksi pengisi rak album foto yang hanya bisadilihat oleh orang terdekat. Tapi sekarang? Dengan bantuan sosmed dan jaringan internet yang tanpa batas membuat tempat wisata seluruh dunia dengan mudah dan cepat dilihat dan sampai kepada masyarakat luas. Setiap saat dan waktu dengan mudah kita bisa melihat berbagai sharing tempat-tempat indah wisatawan yang sedang jalan-jalan di penjuru dunia di sosmed dan dengan cepat akan menarik perhatian yang lainnya untuk ikut berkunjung.

Rabu, 28 Agustus 2013

Indonesia Heart of Asia










Wisata adalah salah satu sektor menggiurkan bagi setiap negara di dunia untuk diolah dan kelola sehingga menghasilkan devisa yang luar biasa. Dengan promosi yang baik dan benar serta serius maka pariwisata akan menjadi mesin devisa.

Di jaman moderen dan penuh persaingan seperti sekarang, dimana dunia seolah tanpa batas dengan media berbagai media promosi pilihan yang banyak membuat para sales marketing berlomba menciptakan cara berdagang yang unik dan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan menciptakan tag line atau jargon atau bisa juga disebut branding.

Selasa, 27 Agustus 2013

Negara Asean : Berbeda, Sama dan Serumpun






Kembali lagi dengan blog dan masih dalam rangka sosialisasi Komunitas Asean 2015 yang sudah di depan mata. Dan sekarang kita akan membahas tentang budaya yaitu pendapat ahli sejarah mengenai kemiripan relief Candi Borobudur dengan Candi Angkor Wat yang berada di Kamboja. Padahal Borobudur dibangun 3 abad sebelum Candi Angkor Wat. Apakah ini menandakan Negara-negara Asean serumpun? Mari kita bahas satu-satu ya…!

Senin, 26 Agustus 2013

Salon Thailand Masuk? Indonesia Mampu Menghadapinya!!








Menyongsong realisasi pembentukan Komunitas Asean yang akan mulai diterapkan pada tahun 2015 itu sangatlah mendebarkan. Kenapa demikian? Karena sudah pasti akan banyak perubahan dan pengaruhnya terhadap masyarakat Asean yang berjumlah sekitar 600 juta jiwa dengan Indonesia menduduki peringkat pertama penduduk terbanyak mencapai 237 juta jiwa lebih pada sensus tahun 2010 . Meski kita tahu tujuan pemerintah 10 negara anggota Asean membuat dan menandatangani kesepakatan ini adalah untuk membangun masyarakat yang kuat, lebih maju dan memiliki daya saing Internasional tapi tak akan dipungkiri akan tetap ada dampak negatif yang butuh perhatian ekstra. Dan inilah yang membuat masyarakat kecil seperti saya cukup berdebar-debar dan saya yakin banyak masyarakat lain merasakan hal yang sama. Karena cukup trauma dengan program-program pemerintah dengan kerjasama internasionalnya yang ternyata banyak “melibas” masyarkatnya sendiri. Salah satu contohnya adalah perjanjian ACFTA, bagaimana perdagangan bebas ini memporak-porandakan industri dalam Negeri. Tapi mari kita selalu berpikir positif dan optimis bahwa Pemerintah Indonesia dan masyarakatnya sudah banyak belajar dari sini dan sekarang sudah sipa dengan penuh optimis menghadapi Komunitas Asean 2015.