Google Untuk UKM Indonesia

Siap memulai bisnis sekarang? Yuk awali dengan membuka Google Bisnisku


Setahun belakangan saya serius membicarakan “Ingin memiliki usaha apa?” dengan sahabat saya. usaha yang bisa lebih banyak dikerjakan di rumah, karena pertimbangan “Bisa sambil mengawasi buah hati”. 

Tapi di sisi lain, kami masih dalam tahap diskusi dan berfikir keras “Mau usaha apa ya, yang beda dengan yang lain. Yang unik, mudah untuk dilirik konsumen. Dengan promosi yang tepat dan mudah menggunakan teknologi internet, yang orang tinggal mencari di Google muncul punya kita. Sehingga omsetnya memuaskan. Karena saat ini yang namanya usaha, saingannya banyak beuutt”


Di era digital, dalam bayangan saya jujur “Akan lebih mudah mengerjakan banyak hal di rumah dengan bantuan teknologi, salah satunya promosi usaha yang kita miliki”. Meski pada kenyataannya kalau mendengar banyak testimoni orang yang sudah menjalani usaha, tetaplah banyak tantangannya. Apalagi kalau sudah menyangkut setrategi marketing untuk meningkatkan penjualan.

Karena persaingan untuk muncul di halaman utama mesin pencarian pun tak kalah sengit ๐Ÿ˜

Namun yang pasti, sejatinya perkembangan teknologi yang setiap saat dan waktu selalu memunculkan inovasi dan update terbaru, tujuan utamanya sudah pasti untuk membantu semua pengguna lebih mudah meraih goals yang diinginkan. Termasuk untuk pelaku usaha.

Kami para perempuan yang siap berbisnis semua...eh sudah ada yang punya bisnis ding ๐Ÿ˜…
Dan kebetulan banget minggu lalu saya berkesempatan menghadiri media gathering Google untuk UKM. Siapa yang tidak tahu Google, layanan internet yang melayani bermilyar masyarakat dunia. Mau cari apa saja pasti yang terpikir [ertama adalah “Tanya Google”.

Bahkan sudah saya sebutkan di atas, saat terpikir untuk membuka sebuah usaha baru yang bisa dijalani di rumah. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah “Bagaimana usaha atau produkku nanti bisa muncul dalam lama utama pencarian Google, untuk menarik banyak pelanggan?”

Dan materi yang dipaparkan oleh team Google Indonesia di acara ini memperkuat niat saya untuk segera memulai semua rencana yang sudah tertanam dalam pikiran sejak lama.





Dibuka dengan sambutan dari Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, yang memaparkan bahwa Google Indonesia sangat mendukung UKM yang 99,9% merupakan bentuk usaha di Indonesia.

Namun dari sekian banyak UKM ini, masih sedikit yang memiliki website. Padahal di era digital, marketing online adalah salah satu yang mudah dan murah untuk pemasaran lebih luas dan tanpa batas. 

Pemaparan berikutnya, dari Ibu Veronica Utami Head of Marketing Google Indonesia tentang riset penggunaan Internet di kalangan perempuan Indonesia. Bagaimana hasil riset periode Maret-Mei 2017? Sangat menarik bahwa :



Riset yang saya amini, di mana saya merasa semua adalah benar. Menunjukan kondisi perempuan Indonesia saat ini banget. Contoh nyata? Saya sendiri!! ๐Ÿ˜€

Dari riset ini, terungkap banyak poin penting bahwa perempuan yang banyak beraktifitas dengan internet, ternyata banyak tidak menemukan info yang dicari karena tidak mengerti cara menggunakan fitur-fitur lebih spesifik. Banyak artikel tidak relevan, masih sedikit konten berbahasa lokal. Dan kurangnya waktu serta media yang memfasilitasi perempuan untuk mengeksplore lebih banyak.

Setelah bisa mengeksplore lebih banyak informasi, perempuan cenderung tertarik dengan banyak peluang usaha yang dilihat di internet. Namun yang sudah berumah tangga, terkadang terkendala oleh pendapat bahwa perempuan tugas utama adalah di rumah, mengurus keluarga. Boleh bekerja, tapi yang part-time. 

Ada yang menjadikan usaha sebagai kegiatan pengisi waktu luang, sembari bergelut dengan aktifitas rumah tangga sehari-hari. Atau aktifitas terencana yang dibuat setelah resign bekerja agar tetap memiliki kesibukan selain aktifitas rutin rumah tangga.

Dan dari aktifitas bergelut dengan internet, topik populer di kalangan perempuan Indonesia adalah beauty & fashion. Sedangkan para pria lebih banyak mempelajari bisnis, engineering dan IT. Inilah sebab pelaku bisnis perempuan di Indonesia sangat banyak, tapi pria yang berbisnis lebih cenderung cepat berkembang dan maju bisnisnya.

Dengan banyaknya pelatihan online, Google Indonesia melalui Ibu Veronica Utami mengungkapkan keyakinan bahwa perempuan akan lebih mudah meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri tanpa harus meninggalkan kewajibannya dalam rumah tangga.

Melalui womenwill Google ke depan akan fokus untuk mendorong kemajuan UKM Indonesia dengan program pemberdayaan komunitas wirausaha perempuan. Karena pengaruh satu sama lain secara personal dalam komunitas sangat kuat. 

Saling berbagi testimoni dan pengalaman adalah salah satu cara banyak pihak untuk terus menggali ilmu dalam komunitas. Sehingga lebih mendorong konten lokal untuk terus muncul dan tercipta lebih banyak lagi.

Selain womenwill, ini beberapa program Google yang siap mendukung kemajuan UKM Indonesia 



Google my Business (GMB)Platfoorm gratis dari Google yang memungkinkan usaha ditampilkan di mesin penelusuran dan maps. Ini terus dikembangkan, dilengkapi dan diupdate fitur-fitur untuk memenuhi kebutuhan promosi usaha yang terus berkembang. Sehingga memudahkan pebisnis UKM berkomunikasi lebih mudah dengan pelanggannya.

Fitur terbaru GMB adalah postingan dan tanya jawab di listingan GMB. Postingan memudahkan pelaku bisnis dapat membuat konten yang tepat waktu kepada pelanggan ketika listinganya muncul di Google Penelusuran. 

Dan orang yang mencari informasi dapat mengajukan pertanyaan di listingan GMB. Bisa langsung dijawab oleh pemilik bisnis maupun local guide.

Dengan fitur baru, pebisnis UKM akan lebih mudah berbagi menu spesial atau promo terbaru untuk menarik perhatian pelanggan. Memperkenalkan produk andalan atau layanan terbaru. Mempromosikan events menarik bisnis yang akan berlangsung. 

Atau melakukan reservasi, mendaftar newsletter untuk update informasi dan promo teraru hingga melakukan pembelian produk langsung dari website. 

Selain bisa diakses via browser, sekarang GMB juga mudah diakses via aplikasi yang bisa didownlad langsung di play store. Pengaturan juga lebih mudah disinkronkan antara browser dan aplikasi. 



AdsWords Express. Namun untuk menyasar pasar yang lebih spesifik dan tertarget, bisa lanjut menggunakan AdsWords. Salah satu pilihan pilihan AdWords yang bisa dipilih adalah AdWords Express yang bisa untuk membuat iklan hanya dalam waktu 10 menit. Tentukan anggaran, target lokasi, kategori bisnis dan teks iklan. Otomasti iklan bisnis akan dikelola oleh AdWords Express.

Pembayaran via ATM. Fitur terbaru dari adWords sekarang cara pembayarannya sudah lebih mudah, karena sudah tersedia pembayaran melalui ATM. Sehingga jangkauan pengguna semakin luas.


Test My Site. Bagi yang sudah memiliki web sendiri, Google menyediakan fitur uji website atau Test My Site. Pelaku bisnis dapat menguji situs bisnisnya, dan mendapatkan rekomendasi langsung ke email langkah-langkah apa saja yang bisa diambil untuk meningkatkan kecepatan situs bisnis yang dimiliki.

Di mana riset menunjukan 53% situs ditinggalkan pengunjungnya ika membutuhkan waktu lebih dari 3 detik loadingnya awalnya. Setidaknya 89% orang akan lebih memungkinkan memberikan rekomendasi suatu brand saat mendapat pegalaman seluler yang positif. 



Primer. Yaitu aplikasi edukasi mobile gratis khusus untuk pebisnis yang telah diunduh lebih dari 400.000 kali. Diluncurkan pada bulan Agustus, Primer berisi 24 kursus bisnis dengan durasi masing-masing lima menit.

Gapura Digital. Gapura (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat) yaitu program edukasi pemasaran digital yang dilakukan secara tahunan. Telah diadakan di 10 kota dan hampir 20.000 peserta telah bergabung dalam kursus peningkatan kemampuan digital.
Dalam acara #GoogleUntukUKM kali ini, hadir pula 3 pengusaha sukses yang telah berhasil meningkatkan usaha mereka dengan memanfaatkan internet sebagai media berpromosi secara lebih luas.


Andina Nabila Irvani, pemilik Slight Shop. Fadly Sahab, founder dan CEO ZAP Clinic.  Aprilia Melissa, pemilik Let's Go Gelato dan Papyrus Photo. Sangat menarik mendengar sharing mereka. 

Andina, gadis cantik 27 tahun ini tidak pernah belajar atau sekolah bisnis secara khusus dan pertama membuka usahanya sudah langsung menggunakan internet untuk pemasaran. Dan 70% omset berasal dari online, 30% offline melalui bazar dan pameran yang diikutinya. 

“Terjun saja dulu, jangan takut” ucap Andina dalam sharingnya. Bahkan Andina pernah mengalami yang namanya persaingan ketat “banting harga”. Hingga kegigihannya menghasilkan brand Slight Shop kukuh sebagai salah satu brand sepatu pernikahan yang cukup laris saat ini.

Sebagai salah satu pengguna GMB, Andina berbagi pengalaman bagaimana omsetnya meningkat hingga 5x lipat dari sebelumnya setelah memanfaatkan GMB dengan maksimal.

Aprilia Melissa dengan Let's Go Gelato dan Papyrus Photo-nya. Siapa yang tidak tahu? Bisnis yang awal berdirinya dari keterbatasan ijin bekerja setelah menikah. Alasan klasik banyak perempuan memulai bisnis “Dari pada bengong dan butuh kesibukan di luar rutinitas mengurus rumah tangga dan 4 buah hati” menjadikan Aprilia sebagai salah satu pebisnis UKM sukses yang sekarang memiliki 6 studio foto dan 8 cabang Gelato.

Aprilia berbagi bahwa selama ini masih banyak yang belum paham secara detail cara menggunakan tools internet untuk berbisnis, salah satunya GMB. Padahal Google Bisnisku lengkap. Ada insight performa tiap cabang perbulan.

Salah satu pengalaman menarik Aprilia saat menggunakan GMB adalah mempromoosikan foto wisuda subuh, sebelum acara prosesi wisuda itu sendiri dimulai dan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Jangan khawatir berdagang kapanpun, baik saat masih bekerja atau belum memiliki pengalaman berbisnis atau berdagang sama sekali. Karena melalui online semua bisa dipelajari kapanpun” pesan Aprillia.

Fadly Sahab, Founder dan CEO ZAP Clinic yang berbagi bagaimana memulai usahanya dari nol banget tahun 2009. Dengan modal awal Rp 15 Juta, kendaraan operasional masih pinjam orang tua yang terkadang harus antri saat akan menggunakan.

Sejak awal mendirikan fokus promosi online karena lebih murah dibanding promosi konvensional. Membuat website sendiri berhatahap dari yang sederhana. Memutuskan keluar dari kkerja kantoran dan fokus mengembangkan ZAP Clinic dan memegang teguh prinsip learn before you earn. 

Sekarang ZAP menjadi salah satu Clinic kecantikan yang cukup diperhitungkan dengan 72 cabang di kota-kota besar Indonesia dengan pelnggan mencapai 5000 setiap bulan, yang 60%-nya merupakan klien dari online marketing.

Dengan kemudahan yang ada saat ini, seperti adanya website dari GMB, menurut Fadly harusnya semakin membuat pelaku bisnis UKM di Indonesia lebih yakin dan berani untuk memulai.

Sangat menginspirasi sharing mereka dan materi yang saya dapat di media gathering ini. semakin menguatkan tekat untuk memulai apa yang sudah terpikirkan dan direncanakan untuk diri sendiri.

Dan tiba-tiba saya juga teringat kakak yang baru-baru ini membuka warung makan dan menerima pesanan nasi kotak serta bermacam kue. Namun konsumennya masih hanya circle terdekat yang sudah kenal dan tahu sekali dengan masakan kakak.

Sebagai permulaan penerapan ilmu, saya bantu Kedai Bu Nuril dulu yak ๐Ÿ˜


Okey, langsung menghubungi kakak juga untuk mengajarkan secara perlahan tentang GMB ๐Ÿ˜

Tidak ada komentar