Minggu, 28 Februari 2016

Jangan Takut "Anak Ketuaan di TK" Untuk Memperoleh 5 Perkembangan Maksimal Berikut

Lebih bersahabat 


Merencanakan pendidikan untuk buah hati terkadang memang gampang-gampang susah. Tidak saja tentang bagaimana mengatur skema dana melalui tabungan dan investasi berjangka, tapi yang lebih penting lagi menyiapkan anak untuk siap menjalani pendidikan itu sendiri.

Dua tahun lalu, saya memutuskan memasukan Alisha langsung ke TK B tanpa memasukannya ke Play Grup lebih dulu dengan berbagai pertimbangan yang matang. Saat itu saya terpfikir untuk menyekolahkan Alisha di TK hanya satu tahun saja. selanjutnya langsung daftar ke SD.


Pertimbangan saya tidak mendaftarkan ke play grup karena setelah melalui riset kecil-kecilan ala emak-emak, saya merasa play grup tidak perlu untuk Alisha. Fungsinya yang lebih banyak bermain dan bersosialisasi untuk anak, sudah banyak dilakukan Alisha di lingkungan tempat tinggal.

Bagi Alisha, sejak kecil setiap hari adalah bermain dan bersosialisasi dengan teman seusia di lingkungan tempat tinggal kami. Bahkan terkadang juga gaul dengan yang lebih besar. Jadi saya merasa ini sudah cukup sebagai play grup nyata untuk Alisha.

Saat masuk ke TK, sebelumnya saya terfikir hanya menjalanikan satu tahun saja. dengan pertimbangan biar dia tidak bosan di TK. Tapi ternyata untuk plan ini agak meleceng sedikit. Setelah sau tahun, ternyata untuk melanjukan SD negeri usianya belum masuk kualifikasi.

Selain soal usia, setelah saya review lagi kondisinya saya merasa Alisha memang belum siap untuk masuk SD. Pertimbangan tersebut pernah saya tuliskan di sini. Hingga akhirnya saya putuskan melanjutkan kembali TK selama satu tahun.

Sekarang, di tahun kedua Alisha menjalani TK yang sebentar lagi akan lulus ternyata saya merasa keputusan saya tepat. Melihat hasil review kecil yang saya lakukan pada perkembangannya. Alisha lebih siap untuk masuk SD tahun ini berdasarkan perkembangan berikut.

1. Mental
Terlihat lebih kuat dibanding sebelumnya. Sebelumnya, pulang sekolah masih sering banyak ngadu habis berantem dengan teman, kebanyakan dia yang merasa kalah dan terintimidasi. Masih sering terpengaruh teman-temannya melakukan banyak hal. Sekarang sudah tidak lagi.

2. Tanggung jawab
Sudah banyak peningkatan. Contohnya, kalau sebelumnya untuk mengerjakan PR emaknya ini harus agak teriak-teriak dan push dulu, sekarang tidak lagi. Setiap ada PR selalu langsung dikerjakan pulang sekolah. Tanpa diminta atau diperintahkan lebih dulu.

3. Lebih telaten dan sabar
Sebelumnya, kalau mngerjakan PR atau tugas sekolah lain bawaannya pengen cepat-cepat selesai. Setelah mengerjakan pasti langsung kabur entah kemana. Sekarang sudah berubah, seperti menunjukan buku PR ke saya dan bertanya “Apa semua sudah benar?”.
Menulis juga, lebih telaten dan memikirkan kerapian. Meski untuk ukuran saya pastinya belum bisa dibilang sudah rapi sekali. Tapi paling tidak sudah ada kesadaran untuk membuatnya lebih baik.

4. Lebih lancar calistung
Soal membaca dan menulis, jauh lebih baik dan meningkat. Pada dasarnya saya setuju dengan banyaknya artikel dan share tentang “menentang SD yang mengharuskan anak sudah lancar calistung” saat masuk kelas 1.

Tapi di sisi lain untuk saya pribadi, juga lebih berfikir ke kondisi anak. Saat masuk SD mayoritas temannya sudah bisa, saya khawatir Alisha akan minder dan merasa tertinggal. Karena tahun pertama di TK sering sekali dia mengungkapkan ketertinggalannya dengan logat khas anak. seperti “Silvia sudah sampai halaman ini ma, Icha belum” dengan muka agak ditekuk.

Meski sudah berulang kali saya semangati bahwa itu tidak masalah, yang penting dia rajin mengulang pasti nanti akan bisa sama. Tapi tetap saja cukup mempengaruhi semangatnya. Sekarang, setiap pulang sekolah Alisha dengan semangat dan bangga menunjukan progres yang dicapainya.

Dan ujung-ujungnya selalu diakhiri dengan sorak “Hore, sebentar lagi masuk SD. Karena sudah bisa membaca”.

5. Sosialisasi yang baik
Dari segi bergaul, Alisha juga jauh lebih seimbang dengan teman sebayanya. Tahun sebelumnya, banyak teman-temannya yang bersikap “agak dewasa” sehingga Alisha terlihat  kecil dari yang lain. Karena lebih sering merasa terinitmidasi, pada saat tertentu dia seperti terpengaruh ikut melakukan hal yang sama ke teman yang lain yang lebih kecil darinya. Dan ini benar-benar PR besar untuk saya.
Sekarang, hal ini telah banyak berubah. Alisha lebih bersahabat dengan semua temannya. Baik yang sedikit di atasnya tanpa indikasi “tertindas” maupun dengan yang sedikit muda darinya tanpa indikasi “menindas”. Pergaulannya jauh lebih sehat dan bersahabat.

Dan sekarang PR terbesar saya adalah mempertahankan ini, agar tidak menurun semangat dan kemauannya untuk terus melakukan yang terbaik dan penuh tanggung jawab.

Pada akhirnya semua anak berbeda, tergantung bagaimana lingkungan, pertumbuhan si anak sendiri, faktor pendukung yang lainnya, terutama orang tuanya sendiri. Ini hanyalah sekelumit pengalaman saya dalam mendampingi tumbuh kembang Alisha.

Yang intinya, tidak usah berpatokan pada pendapat orang lain. Apalagi takut dengan pendapat “Ketuaan di TK” dan sebagainya. Karena pesan utama saya yang terpenting kondisi anak itu sendiri. Yang mana perkembangannya hari ini akan mempengaruhi pertumbuhannya secara keseluruhan di masa depan.


16 komentar:

  1. anak yang matang lebih baik saat masuk SD, daripada nanti di SD keteteran

    BalasHapus
  2. woogh, pas banget inih, Naia baru banget mau aku masukin TK...

    BalasHapus
  3. si Bo juga TK 2 tahun dan Obi pre-K dan Kindergarten juga :)

    BalasHapus
  4. Bagaimanapun juga anak harus dibuat nyaman dengan pilihan pendidikannya, karena merekalah yang menjalaninya..

    BalasHapus
  5. woogh, pas banget inih, Naia baru banget mau aku masukin TK...

    BalasHapus