Minggu, 27 September 2015

Antara Blogging dan Persahabatan




Mendekatkan yang jauh tapi jangan sampai menjauhkan yang dekat.

Cita-cita sejati dari hadirnya teknologi terutama  mengenai keberadaan sosial media sebenarnya demikian bukan? Mempermudah dan membantu segala hal dalam kehidupan sehari-hari yang dulu susah dilakukan. Terutama menyangkut komunikasi jarak jauh.

Tidak hanya dengan kerabat terdekat tapi jauh di mata, tapi jugaa bisa memberikan “keluarga” baru untuk kita. Contoh nyata melalui persahabatan yang terjalin dari perkenalan satu sama lain di dunia maya yang berawal dari blogging. Dari saling komentar di blog akhirnya bisa akrab di Facebook, twitter dan semua lini akun yang dimiliki.

Sabtu, 26 September 2015

Tentang Mira W



Dua anak remaja perempuan yang masih duduk di bangku SMP itu mengayuh sepeda dengan semangat menuju ke suatu tempat. Dengan  tampilan agak lusuh karena keringat yang membanjiri tubuh akibat terbakar teriknya matahari siang.

Wajah sumringah terpancar dari keduanya saat sudah tiba ke tempat yang mereka tuju, perpustakaan daerah. Satu-satunya perpustakaan besar dan lengkap yang ada di Kabupaten tempat mereka tinggal. Perpustakaan yang menyajikan beragam bacaan umum hingga khusus. Dari koran, tabloid, majalah anak-anak, majalah perempuan dewasa. Buku pengetahuan umum dan spesifik.  Komik hingga novel beragam genre.

Rabu, 23 September 2015

Mama (Tidak) Kejam?!

Anak manis yang kadang diperlakukan "sedikit kejam" eh tegas ding :)




“Hidup itu susah Nak, jadi kamu harus jadi sosok yang kuat”

Mengertikah saat anak berusia enam tahun diajak ngobrol demikian? Entahlah, apa dia akan menangkap maksud sebenarnya atau tidak. Tapi kalimat nasehat yang terus diucapkan berulang dalam berbagai kesempatan dan obrolan, saya yakin akan tertanam dengan baik dalam pikiran anak hingga dewasa kelak.

Memiliki buah hati itu adalah anugrah dan kebahagiaan, tapi di sisi lain menurut saya juga tanggung jawab yang besar untuk bisa membimbingnya menjadi sosok yang maksimal dalam segala aspek kehidupan secara positif. Dan salah satu peribahasa yang saya sukai tentang orang tua dan anak “Anak adalah sekolah kehidupan tanpa akhir bagi orang tua” yang menurut saya sangat-sangat benar.
Jujur sampai Alisha berusia enam tahun jalan tujuh sekarang, paling sulit adalah “meminimkan kemanjaan”. Apalagi anak baru satu yah, susahnyoo :D

Minggu, 20 September 2015

Kembali ke TK

Mama kasih kesempatan untuk bisa nari-nari ceria seperti ini lagi yang hanya ada di TK ;)


Tahun ajaran baru sudah berjalan tiga bulan, tapi pertanyaan keheranan yang terkadang dibumbui sedikit penekanan cemooh masih saya terima terkait dengan keputusan saya mengembalikan Alisha ke TK.

“Kok balik ke TK lagi? Kenapa nggak dimasukin saja ke yang siang?”
“Masukin SD Negeri non unggulan juga nggak masalah, dari pada TK lagi. Ketuaan di TK”
“Dari pada balik TK mending juga masuk swasta”

Duh Buibuk, untung saya ini orangnya nggak mudah tersinggung yah. Jadi Cuma dijawab dengan senyum simpul saja. Kalau saya sensian bisa-bisa saya jawab "Urusan saya keles" hehe :D

Sabtu, 12 September 2015

Piknik Impian Bersama Premium Economy Class SIA

Seat baru Premium Economy Class SIA




Lagi sebel dan bad mood, nulis status di sosmed langsung dikomen “Makanya piknik”
Sedang berkatifitas padat, lelah melanda akhirnya mengganggu produktivitas yang terpikir pertama “Aeh, kayanya eike kurang piknik nih” hehe :D

Kata “Piknik” yang bermakna asyek dan menyenangkan yaitu jalan-jalan, liburan, tamasya berubah jadi ledekan menggelikan deh :D

Tapi sebenarnya harus diakui piknik adalah salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan untuk merefresh pikiran agar tetap bisa diajak berfikir lurus, jernih dan produktif. Apalagi di era sekarang, begitu banyak kemudahan dan “iming-iming” yang sangat menggiurkan untuk banyak orang melakukan ritual piknik. Baik ke lokasi-lokasi terdekat yang mudah dijangkau maupun yang jauh.