Senin, 31 Agustus 2015

Melatih Kreatifitas Di Desa

Alisha & Zombie Batang Pisang kreasinya :)


Masih tentang kisah mudik ke kampung saat lebaran lalu.

Pulang ke kampung halaman saat lebaran yang utama memang untuk silaturahmi, terutama ke orang tua dan keluarga besar. Berkutat dengan suasana lebaran dengan beragam makanan khasnya. Membincang beragam kue-kue khas yang harus disiapkan.

Tapi di luar itu, hal yang tak kalah penting dan tidak boleh dilewatkan oleh orang tua seperti saya dengan putri yang masih kecil berusia 6 tahun adalah tentang memperkenalkannya ke alam pedesaan yang luas dan tanpa batas. Alam pedesaan yang ramah dengan beragam fasilitas alami untuk melatih kreatifitasnya, berkreasi mengembangkan imajinasi.

Saya bukan orang tua yang suka sibuk untuk menyiapkan banyak hal printil-printil untuk anak saya saat akan pulang ke kampung. Seperti membawa mainan favoritnya dengan alasan supaya dia tidak rewel. Tidak, saya tidak pernah melakukan itu sedari Alisha kecil. Saya malah lebih kuatir mainan itu jadi rebutan dengan para saudaranya di kampung kan malah jadi ribet.

Jumat, 28 Agustus 2015

Tentang Berbakti Kepada Orang Tua



Ini tentang berbakti kepada orang tua.

Jujur, di saat ini saya sering merenung sendiri tentang “Bagaimana membahagiakan orang tua dengan takaran ‘hampir sempurna’?” *karena sempurna Hanya milik Sang Maha Esa*

Meski jujur lagi, saya tidak pernah tahu takaran hampir sempurna itu seperti apa dan bagaimana. Karena setiap orang pasti memiliki ukuran yang berbeda dalam menilai pas atau tidak. Sesuai atau tidak, layak atau tidak. Setiap orang pasti memiliki standart sendiri-sendiri dan pasti berbeda satu sama lain, termasuk saya sendiri.

Hal ini akan semakin kencang terlintas dalam pikiran saat pulang dari mudik, mengunjungi orang tua. Selayaknya anak yang merantau kami (saya dan suami) selalu berusaha memberi yang terbaik. Dan terbaik menurut kami adalah membawakan oleh-oleh yang layak, memberi materi sesuai kemampuan dan kebutuhan, berlaku baik dan menunjukan rasa hormat. Saling mengakrabkan diri dalam berbagai aktivitas selama berada di rumah.

Rabu, 26 Agustus 2015

Samsung S6 Edge+ Dalam Dinamika Rasa KDrama


“Ah...ganteng banget deh Lee Min Ho di The Heirs ini, meski agak endut dikit dari biasanya”

“Wow...Jo Jung Suk tambah imut aja jadi Chef”

Chef Kang yang bikin penontonnya seperti saya ini jadi absurd parah :)))


Ungkapan rasa suka meski bagi sebagian orang rada alay ini sering keluar juga dari para pecinta drama Korea seperti saya, meski saya bukanlah fans yang masih remaja. Tapi sudah emak-emak :D
Pertama kali kenal drama Korea pada awal tahun 2000 saat trio Song Hye Gyo, Song Seung Heon dan Won Bin hadir memporak-porandakan hati dengan kisah tragis percintaan mereka melalui drama Endless Love, sejak itu racun drama Korea merasuk kuat dalam tiap persendian diri saya hingga sekarang. *drama banget deh*

Dan menjadi pecinta drama Korea 10 tahun lebih, sudah ratusan judul drama Korea saya tonton. Berganti judul dari musim ke musim, mulai dari yang dimainkan aktor dan aktris lama sampai yang baru. Dari era Song Seung Heon yang sudah mulai berumur dan masuk golongan Ahjussi tapi tetap kece, hingga era Idol (member boy/girl grup) yang ikut nyebur ke akting dengan semangat muda mereka.

Jumat, 14 Agustus 2015

Kenali Dan Antisipasi Alergi Sejak Dini

“Ah...tidak apa-apa, ini ganti kulit” ucap orang-orang di sekitar saya saat itu.

6 tahun lebih yang lalu saat usia putri kecil saya baru 2 hari, tiba-tiba di kulit kepala, lengan dan leher baby Alisha saat itu muncul gejala menyerupai kulit melepuh seperti terkena air panas. Melepuh dan berisi cairan bening, paling banyak bagian jidatnya.

Saya yang berstatus Ibu baru, minim pengalaman, minim pengetahuan dan informasi tentang banyak hal hanya manggut-manggut saat semua orang berkata “Ganti kulit”. Maklum, saat itu pada tahun 2009 akses informasi belum sengehits sekarang *cedih*.