Minggu, 10 Mei 2015

Sisternet, Perempuan Membantu Perempuan

Dian Pelangi, Mbak Ainun Chomsun, Ibu Dian Sosworini, Ibu Suryani Sidik dan Ibu Nunung di Launching SISTERNET


Kapan sahabat mulai mengenal internet?

Untuk yang usianya kurang lebih saya, lahir di bawah era sebelum milenium pasti jadi memori unik tersendiri saat mengingat pertama kali mengenal internet. Saya pertama kali “berkenalan” awal 2000 saat menempuh pendidikan di salah satu Akademi Komputer di Banjarbaru.

Apa yang terlintas saat mengingatnya kembali saat ini? Hem...yang pasti perasaan dalam merasakan perbedaan yang mencolok antara saat itu dan sekarang yang sudah sangat jauh berbeda.

Pada saat itu saya hanya sebatas “tahu” tapi tidak bisa mengeksplore dengan luas karena berbagai keterbatasan, keterbatasan fasilitas seperti tidak punya PC sendiri, sambungan internet yang masih termasuk barang sanga-sangat super mewah dan berbagai keterbatasan lainnya.


Launching SISTERNET 

Perbedaan mencolok nyata lainnya, terlihat pada perbedaan fasilitas dalam menikmati berbagai hiburan. Mendengarkan lagu masih dari sisa-sisa kejayaan kaset pita dan perlahan masuk era VCD. Begitu juga menonton Drama Korea masih dari CVD cyiin, itupun sangat sulit mencarinya :D

Beda dengan sekarang yang tinggal streaming dengan leluasa. Mendengar lagu dari link yang tinggal diklik. Dan berbagai perbedaan-perbedaan lain yang sangat nyata antara menikmati internet dulu dan sekarang.

Jamu dan Smoothie yang bisa dipasarkan maksimal melalui internet


Kemudian pada tahun 2007 saya pertama kali mengenal internet mobile yang sangat mudah dan simple. Tanpa perlu menenteng laptop atau punya PC sudah bisa menjelajah dunia tanpa batas. Dan sejak saat itu internet seolah tidak bisa lepas menjadi bagian hidup saya. Ngeblog, sosial media, chatting, browsing hingga streaming menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam aktifitas keseharian.
Tapi kemudian yang cukup mengejutkan saat mendengar bahwa berdasarkan riset ternyata range digitalisasi antara laki-laki dan perempuan di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN. Perempuan Inodnesia tingkat penggunaan internetnya masih rendah sekitar 30% - 40%. 
Cup Cake, bisnis rumahan yang maksimal pemasarannya dengan internet


Padahal saya merasa semua lingkungan saya saat ini sudah sangat familyar dengan internet, tapi ternyata masih banyak perempuan Indonesia yang belum terjamah internet sama sekali. Sebagian lagi ada yang belum maksimal dalam memanfaatkannya.

Ini disebabkan berbagai hal, mulai dari kemalasan sebagian perempuan untuk belajar dan memahami internet dengan segala tetek bengeknya yang dianggap ribet. Masalah sambungan internet yang susah, harga paket internet yang dianggap masih tak terjangkau. Hingga masalah klasik, hanya paham sedikit manfaat internet. Yang dipahami hanya sosial media untuk narsis dan bergalau ria.
Bakat yang mengagumkan :D



Intinya para perempuan Indonesia masih lebih tertinggal dalam hal penggunaan layanan canggih daripada pria yang penyebab utamanya masih kurangnya informasi, pengetahuan dalam menggunakan internet, terutama mobile internet dalam memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk mendukung aktifitas kehidupan sehari-hari.

Hal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi Presiden Direktur dan CEO XL Ibu Dian Siswarini, CEO Perempuan PT Telco pertama di Indonesia, menghadirkan program #Sisternet.
Program yang merupakan bentuk kepedulian dan Komitmen XL untuk lebih maju lagi dalam memanfaatkan manfaat positif internet. Yang tujuan besar dan utamanya membantu mendorong pemerataan manfaat internet sehingga masyarakat siap menyongsong era digital, sebagaimana yang diprogram oleh pemerintah.

Di launching di Manhattan Hotel Kuningan Jakarta (22/4/2015) Sisternet menghadirkan perempuan-perempuan inspiratif Indonesia yang dalam kiprahnya memanfaatkan internet dengan maksimal untuk mengembangkan diri dan karya-karya mereka.

Selain Ibu Dian Siswarini sendiri yang sangat inspiratif dengan pencapaian beliau sebagai seorang CEO tapi tetap meluangkan waktu untuk ngeblog yang bisa dilihat di http://diansiswarini.com/,  acara yang dipandu Sophie Navita ini juga dihadiri Ibu Suryani Sidik Motik Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia yang memaparkan kerikatan kuat antara Perempuan dan Internet. Seperti kegiatan sederhana mencari resep untuk menu harian keluarga, mengirim dan membayar uang sekolah anak yang sekarang sudah lebih banyak dilakukan melalui internet mobile. Serta berbagai kegiatan keseharian lainnya yang mayoritas tak lepas dari internet.

Dian Pelangi, perancang busana muslim yang kiprahnya sudah mendunia dan memaparkan bagaimana hampir semua kesempatan karyanya tampil mendunia di dapat melalui internet. Hingga masalah umum soal penjualan, transaksi yang memaksimalkan internet.

Kemudian Mbak Ainun Chomsun penggagas Akademi Berbagi. Yang awal mula kemunculannya bermula dari aktifitas twitter.

Ibu Nunung dari Rumah Singgah Peka yang menceritakan pengaruh besar internet dalam komunitas yang beliau bawahi. Acara launching ini juga dihadiri Menteri Sosial Ibu Khofifah Idarparawansa. Beliau menceritakan Komunitas Perempuan NU yang memanfaatkan internet dalam memasarkan produk garmen hingga ke Timur Tengah dan hanya dalam waktu 3 hari langsung mendapat respon positif dari konsumen Timur Tengah.

Jadi intinya, Siternet ingin mendorong wanita Inodnesia produktif dan aktif, serta mendapatkan banyak manfaat positif dari internet untuk menyongsong era digital dan pasar bebas MEA yang akan mulai tahun ini. Dari internet, para perempuan bisa mendapatkan informasi penting dengan maksimal yang dibutuhkannya. Membagi pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat, membantu dan menginspirasi untuk banyak orang. Melalui internet perempuan juga bisa mengembangkan dan mengeksplore kemampuan serta bakat yang dimilikinya dengan baik dan tepat sehingga bisa bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain dan lingkungannya.

Dan untuk mencapai tujuan ini, Ibu Dian menjelaskan bahwa Sisternet akan bekerjasama dan menjalin kemitraan dengan media, komunitas maupun platform online untuk dapat menyentuh seluruh la[isan perempuan yang ada di Indonesia dengan berbagai program dan rangkaian kegiatan positif. Sisternet juga akan melakukan rangkaian roadshow di 3 kota besar Indonesia Jakarta, Bandung dan Surabaya untuk dapat bertatap muka langsung dan melakukukan edukasi tentang internet hingga penggunaan aplikasi seperti e-commerce dan lainnya.

Dalam launching ini, konsep acara juga sangat menarik. Saat masuk kita akan disuguhi berbagai booth yang berisi “dagangan” hasil olahan rumahan yang saat bisa dilakukan semua orang meski tanpa lapak “nyata” alias toko. Tapi bisa hanya engan menjualnya melalui online. Ada jamu tradsional, ada jajan pasar, ada cup cake.

Dan ada juga dua anak gadis kece yang bisa menggambar wajah. Keduanya mahasiswa UNJ. Yang satu menggambar wajah secara manual, yang satu lagi menggambar wajah secara digital. Dan keduanya terbiasa menerima pesanan gambar setelah memajang gambar mereka di sosmed.

Dengan visi “Perempuan Membantu Perempuan” selain program edukasi secara langsung, XL juga menyiapkan website dan aplikasi SISTERNET. Website dapat diakses melalui komputer maupun mobile. Untuk smartphone bisa di download langsung aplikasinya.

Berisi berbagai fitur menarik khas perempuan diantaranya tips-tips kecantikan dan memasak. Forum diskusi dengan berbagai topik seperti kesehatan dan kecantikan, anak dan jual beli, pakaian, traveling, belanja dan seterusnya. Semua pengguna bisa bergabung dalam berbagai diskusi dalam forum yang sesuai dengan topik yang diinginkan.

Terdapat juga berbagai fitur promosi produk, games menarik khas perempuan. Bahkan tak ketinggalan fitur kalender untuk mengecek jadwal mentruasi. Yang suka mengikuti berita-berita terkini infotainmen juga tak usah repot lagi stalker sana-sini. Karena Siternet juga menyediakan fitur berita hiburan. Untuk tahu lebih jauh dan lebih banyak, buka website SISTERNET di www.sisternet.co.id.

Jadi, mari perempuan Indonesia maju bersama, mengembangkan diri dengan maksimal mengahdapi era digital dengan memanfaatkan teknologi yang terus berinovasi.


12 komentar:

  1. Balasan
    1. Siapa yang cakep Neng? Akuhh yah? :p

      Hapus
  2. Terlalu byk dian tp nggak ada dian sastro hihihiii. Ini semacam forum ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh, padahal aku fans militannya ik :))
      Salah satu fiturnya adalah forum mak Lus ;)

      Hapus
  3. Iiih, yg datang ke acara ini perempuan keren semua!!

    Btw, emang kakak lahir tahun berapa? Kok telat kenal sama inet. Bhahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betull, sangat menginspirasi semua yang hadir ^_^

      Hapus
    2. Ehhh...eike masih seumuranmu :P :))

      Hapus
  4. Balasan
    1. Marii, mengeksplore diri dengan positif dengan memanfaatkan internet ;)

      Hapus
  5. teknologi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sisi positif teknologi memang luar biasa ta mak Lid klo dimanfaatkan maksimal ;)

      Hapus
  6. kereeeem mbaaa icoel
    udah makin byk aja kegiatan na lwt net neh
    colek2 aku ya klo ada ramean di yogya hehehe

    BalasHapus