Senin, 16 Februari 2015

Unik & Nikmatnya Mandai Khas Urang Banjar

Buah Cempedak alias Tiwadak


Assalamu’alaikum...

Makanan, ya...kali ini akan mengulas makanan. Tapi bukan makanan biasa, makanan yang cukup unik dan khas dari daerah Kalimantan Selatan. Saya langsung ingat kuliner ini setelah membaca GA mak Olenka. Siapa lagi yang akan mempromosikan berbagai kekayaan Indonesia, termasuk kekayaan kulinernya kalau bukan kita sendiri. Apalagi kuliner yang unik dan mengundang selera.

Buahnya mirip nangka, bisa langsung dimakan atau digoreng tepung, biji dalamnya di rebus

Saya adalah perempuan Jawa yang dibesarkan di Kalimantan Selatan, masa kecil hingga remaja saya habiskan di Pulau Borneo tepatnya di Kabupaten Tanah Laut. Bergaul dengan masyarakat asli suku Banjar membuat sebagian jiwa dan selera saya, termasuk selara lidah bisa dibilang jadi “Banjarisme”.
Tapi dari deretan kuliner yang bertebaran di sana, satu yang cukup melekat dalam ingatan dan lidah yaitu MANDAI. Apa garang Mandai tu? Artinya “Apa sih Mandai?” :D

Nah ini dia penampakan daging kulit yang akan dibuat mandai :D

Apa ya Mandai?  ini adalah semacam sayur fermentasi. Bahannya terbuat dari kulit buah Cempedak atau di Banjar lebih disebut buah Tiwadak. Buahnya hampir menyerupai buah nangka. Kulitnya bergerigi tumpul, buahnya kuning dengan biji bulat coklat didalamnya. Tapi tiwadak lebih kecil. Bentuk buahnya bulat kecil lonjong. Kalau nangka besar buahnya lebih bervarian, ada besar, kecil, cenderung bulat. Kalau tiwadak mayoritas bulat lonjong kecil. Wangi buahnya juga mengundang selera.
Sudah dibuang kulit luarnya dan dibaluuri garam sampai merata

Buah tiwaadak bisa langsung dimakan, bisa digoreng dengan tepung layaknya pisang goreng. Bijinya juga bisa dimakan, disayur atau direbus sama lezatnya. Benar-benar buah “full konsumsi” karena hanya kulit terluarnya yang dibuang.

Nah, bagian kulit ini yag bisa diolah jadi mandai. setelah buahnya dikeluarkan, tinggal daging kulitnya dengan helaian serat persis kulit nangka. Dibersihkan dengan membuang kulit luat yang bergerigi. Cuci bersih dan tiriskan. Setelah itu balur dengan garam sampai rata. Dan simpan dalam tempat tertutup rapat selama beberapa hari.


Mandai disimpan dalam toples tertutup rapat siap di olah 


Untuk lama hari menyimpan, ini tergantung selera. Semakin lama (antara 3-4 hari) maka hasilnya semakin lunak. Tapi lunak madai tidak lembek, tapi lebih ke arah kenyal. Kalau menyimpannya sebentar antara 1-2 hari, tekstur mandai akan lebih kering. Kenyal dan lembeknya sedang-sedang saja. Dan ini tergantung selera. Bisa dibilang ini "daging organik". bagi yang diet daging, bisa pilih mandai sebagai gantinya, karena rasanya saat digigit mirip seperti daging, kenyal :D

Mandai goreng siap dicocol sambel terasi, yummy...

Untuk mengolahnya, ambil mandai dari penyimpanan wadah tertutup. Cuci dan tiriskan, kemudian olah sesuai selera. Kalau hanya sekedar digoreng dan memakannya sambil dicolek ke sambal terasi, potong dengan ukuran agak besar. Tapi akalu ingin di tumis, asam manis, potong mandai dengan ukuran kecil. Bisa dicampur petai atau udang, akan semakin menambah yummy rasanya.

Tumis pedas campur petai 



Jadi kalau lagi jalan-jalan ke Kalimantan saat berburu kuliner jangan lupa cari Mandai ya. Salah satu kuliner khas dan unik Indonesia yang rasanya yummy. Biasanya kalau lagi musim sepanjang jalan Raya Provinsi pasti banyak yang menjualnya. Mau buahnya saja ada, atau yang sudah jadi mandai juga ada. Dijamin bakal ketagihan :D

26 komentar:

  1. hmm gimana ya rasanya...jadi pengin cobaa...:)

    BalasHapus
  2. Tiwadak dari Tanah Laut enak sekali. Nyaman banar.

    BalasHapus
  3. Sayur fermentasi... kayak kimchinya Banjar gitu ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Icoel. Rasanya mirip kimchi kah? ^_^

      Hapus
  4. Ini makanan fave aku mau digoreng biasa dioseng-oseng plus nasi panas lupa diet maaak

    BalasHapus
  5. Belum pernah nyoba sih mak.. jadi kepengen.

    BalasHapus
  6. Kalo buahnya sih pernah coba mak, yg dibuat mandai yg blm. Bawainlah kalo kesana lg :))

    BalasHapus
  7. saya tahu buah ini waktu nonton Jejak Petualang...:) ternyata bisa diolah secara fermentasi ya...? wiiih... penasaran itu yang ada petenya, hihi...

    BalasHapus
  8. aku seumur umur belum pernah lihat buah ini mak... :)

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah makan buah cempedak mak :p, penasaran,kayak nangka kayak duren hehee sotoy :p

    BalasHapus
  10. iya ya sekilas mirip banget sama nangka

    BalasHapus
  11. yummy... kapan-kapan mau dong pesan Mandai buatan mpok Icoel :D

    BalasHapus
  12. cempedak sering denger dan liat ajaa, belum pernah cobain, hehe

    BalasHapus
  13. Huaahhh ini suami dan anak2 sukaaa. Kerjaan suami juga sih yg ngenalin ke kami buah cempedak ini. Di Bogor pinggiran masih banyak buah ini. Tapi kami belum pernah nyoba yg udah dibuat mandai. Jadi pengen nyoba ahhhh

    BalasHapus
  14. saya ga tertarik buah di sana mbak
    lebih senang makan soto martapura & daging rusa :)

    sama satu lagi: gadis2nya cantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk
    hi hi hi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meh tahu aja dia nih kalo urusan cewek. :p

      Hapus
  15. wah... saya baru tau kalau kulit buah cempedak ternyata bisa dikonsumsi jg... ngiler sama mandai gorengnya...

    BalasHapus
  16. wah ternyata ga cuma dimakan mentah aja ya, digoreng sama dibuat masakan juga bisa ya ^_^ baru tau

    BalasHapus
  17. he.he..he....ternyata bisa jadi aneka masakan ya.... :)

    BalasHapus
  18. Ngiler. wah asik tuh utk substitusi daging

    BalasHapus
  19. aduuuh..kebayang enaknyaaa...mauuuu

    BalasHapus
  20. cempedak?
    seperti nangka ya Tante?
    Dija belom pernah makan buah cempedak

    BalasHapus
  21. yummy mantap pasti lejat sekali, buahnya memang hampir sama dengan buah nagkaya

    BalasHapus
  22. biasanya saya digoreng tepung :)

    BalasHapus
  23. ngiler liat fotonya pengen icip :D

    BalasHapus