Senin, 15 September 2014

Komunikasi Lancar Mendukung Ibadah Haji Lancar



Labbaik, Allahumma Labbaik...


Assalamu’alaikum

Selamat pagi, siang sore malam sahabat kapanpun kalian mampir ke blog ini. Bulan Syawal sudah berakhir dan sebentar lagi umat Muslim akan kembali bertemu dengan bulan Dzulhijjah atau kalau di Indonesia lebih  familyar dengan sebutan Bulan Haji. Yaitu bulan di mana umat Muslim yang mampu secara financial berkesempatan mengunjungi rumah Allah SWT di Tanah Suci Mekah untuk menunaikan rukun Islam ke 5 ini.
Bagi umat muslim menjalankan ibadah Haji adalah cita-cita dan impian yang akan selalu diperjuangkan untuk terlaksana sebagai peyempurna ibadah mereka. Siapa sih umat muslim yang tidak ingin Ibadah Haji? Pasti semua mau ya, termasuk saya :D


Bagi orang yang tidak mampu secara financial, banyak yang berjuang dengan menabung sekian puluh tahun untuk mewujudkannya, beritanya pada musim Haji begini akan bertebaran memenuhi media mainstream. Bagi yang mampu secara financial tentu akan lebih mudah urusan biaya, meski sebagian tidak mudah untuk langsung bisa pergi dengan alasan klasik “panggilan hati” belum begitu kuat dan belum siap. 

Jadi ingat jaman SD hingga SMA, di daerah saya dibesarkan yang mana pergi Haji selain kewajiban Ibadah juga merupakan status sosial. Orang yang mampu bahkan sudah memberangkatkan Haji anak-anaknya sejak usia remaja. Dan saya hanya bisa berdoa dalam hati semoga suatu hari nanti saya juga bisa menginjakan kaki ke sana. Aamiin!

Tapi bicara tentang musim Haji di Indonesia dulu dan sekarang tentu sangat menarik. Kalau dulu hanya TVRI yang menyiarkan beritanya, sekarang kita bisa tahu semua berita haji di manapun dan kapanpun melalui berbagai media. Dulu kita tidak pernah mendengar sulitnya mendaftar Haji, sekarang setiap orang banyak yang membahas, mendaftar Haji sangat susah, bahkan banyak yang harus menunggu antrian kuota hingga 10 tahun lebih. Dan dari banyak perbedaan itu yang paling terasa perbedaannya tentu soal komunkasi.

Di jaman digital dan teknologi sangat maju seperti sekarang, memang komunikasi adalah hal utama. Dulu, saat ada keluarga, teman, sahabat atau tetangga yang pergi ke Tanah Suci kita tidak bisa tahu bagaimana keadaan dan kondisinya di sana selama menjalankan ibadah. Apakah kondisinya sehat menghadapi perubahan cuaca ekstrim yang tiba-tiba dan ibadahnya lancar. Tapi di era teknologi yang sudah maju seperti sekarang, semua menjadi mudah.

Tapi benarkah demikian? Selalu lancar? Saya punya pengalaman lain. Tiga tahun lalu ada salah satu keluarga saya yang pergi Haji, tapi karena yang pergi itu usianya sudah lumayan lanjut jadi komunikasi kami sedikit terhambat. Kenapa? Karena beliau tidak paham dan tidak bisa menggunakan smartphone jadi tidak tahu yang namanya chatting dan sebagainya. Beliau Cuma paham dengan memanggil dan menerima telpon dan SMS. Dan HP yang dibawa adalah HP type jadul yang nada deringnya “tululing...tululing” yang sampai sekarang mau diganti dengan type baru oleh sang anak tetap tidak mau. Karena merasa HP itu sudah sangat memenuhi kebutuhannya.

Tapi komunikasi tetap tersendat, hanya bisa dilakukan sesekali saja dalam beberapa hari. Kenapa? Karena ongkos memanggil dan menerima telpon serta SMS baik dari dan ke Tanah Suci itu lumayan mahal. Bahkan untuk menerima telpon saja juga kena ongkos pulsa. Apalagi kalau memakai layanan provider dari Negara di sana, langsung “jebol” biaya komunikasi. Duh...merana ya kalau keadaannya begini. Meski jaman sudah maju dan teknologi sudah mumpuni tapi tetap saja harga menjadi kendala.

Dan saya yakin kendala ini tidak hanya dialami oleh saya dan keluarga, tapi oleh banyak orang lain di Indonesia. Kenapa? Karena mayoritas jemaah Haji Indonesia adalah para orang tua yang kondisinya sama dengan keluarga saya ini.  Bahkan kalau yang pergi adalah sang anak, hal ini juga terjadi, sang anak tidak bisa terlalu sering mengabari keadaannya pada orang tua di tanah air. Padahal komunikasi sekarang sudah menjadi kebutuhan utama, terutama saat jarak memisahkan.

Nah, tahun ini salah satu keluarga saya yang lain juga akan berangkat ke Tanah Suci. Pasangan suami istri ini adalah sepupu dari Ibu saya. Sejak beberapa waktu lalu putri beliau sudah curhat dan berbagi cerita dengan saya tentang apa saja yang harus dipersiapkan untuk orang tuanya. Seperti baju apa yang harus dibawa, obat apa, makanan kecil apa, sepatu model apa yang nyaman untuk dipakai di sana dan yang paling utama dia bertanya “Bapak sama Ibu bawa HP biar bisa terus komunikasi  dan memantau kondisi mereka selama di sana. Tapi kata orang-orang telpon dari sana atau dari sini sama-sama mahal. Bagaimana ya Coel?”


Eh kebetulan sekali, habis berbincang dengan sahabat yang juga akan pergi Haji dan dia memberi tahu informasi penting dan kece tentang IndosatHaji dengan berbagai kemudahan dan kenyamanan yang maksimal tapi dengan harga yang terjangkau. Setiap hari pengguna Mentari dan IM3 bebas menerima panggilan masuk secara otomatis bebas di Arab Saudi dan gratis 5 menit tanpa pendaftaran atau setting pengaturan yang syaratnya sangat mudah, yaitu penepon adalah nomer Indosat.

Selain itu, selama di Arab Saudi pengguna akan banjir Bonus. Cukup isi ulang pulsa 100K langsung dapat bonus 20K yang bisa digunakan untuk layanan voice dan SMS, bonus yang tepat untuk kebutuhan yang tepat guna :D

Bonus ini bisa digunakan selama  7 hari dari tanggal pengisian dan untuk cek Bonus cukup tekan *122*501#. Sudah sampai di Arab Saudi masih bingung juga? Langsung pencet nomer Customer Care gratis tanpa setting. Tidak mahal, tidak ribet, dan tidak membuat khawatir keluarga yang ditinggal karena terus update dengan keadaan dan kondisi keluarga yang sedang menjalankan ibadah Haji. Komunikasi dengan Sang Pencipta  lancar, komunikasi dengan keluarga lancar. 

Langsung buru-buru buka kontak kakak sepupu untuk menyampaikan info ini dan setelahnya langsung buru-buru berdoa semoga dengan segera bersama suami bisa menginjakan kaki ke Tanah Suci untuk menunaikan Ibadah Haji :D

Sedikit Tips untuk yang memiliki orang tua yang sudah lumayan lanjut sebaiknya semua nomer penting langsung disimpan dalam KONTAK termasuk cek Bonus *122*501# dan beri Nama dengan huruf besar (CapsLk) agar mudah mereka ingat.

18 komentar:

  1. kereeen ya mak...berangkat haji sekarang ama dulu jauh bangeeet...sekarang banyk dipermudah apalgi dengan kartu kuning itu tuh..ngasih jalan mudah buat yg pergi haji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mak, yuk berdoa semoga segera terpanggil kesana ;)

      Hapus
  2. Lengkap ulasannya. Emang di kampung2 kalau sdh pergi haji akan meninggikan status sosialnya, tapi bukankah pergi haji menyangkut panggilan hati seraya mencari pahala di baitullah, dan bukan ajang pamer. Semoga kita termasuk orang2 yang dipermudah menuju baitullah ya mak, amien

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga ya mak, kita selalu jadi orang yang tidak lupa diri :)

      Hapus
  3. sudah ada yang menunjang komunikasi saay ibadah haji ,tinggal berangkat haji kita ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...yuk berdoa bareng mak, semoga segera ya <3

      Hapus
  4. sekarang gampang komunikasinya kalau naik haji :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, jaman sudah makin canggih dan membantu mempermudah & memenuhi semua kebutuhan kita :D

      Hapus
  5. Bisa menunaikan ibadah haji tentunya adalah impian semua umat muslim ya... Demikian juga diriku selalu berdoa agar diberi umur panjang, kesehatan dan kesempatan utk berangkat ke Mekkah.. Pengalaman saat umroh memang masalah komunikasi selama di sana dgn keluarga di Indonesia seringkali menjadi masalah... Waktu aku umroh sempat ditawari provider tertentu menggunakan kartu untuk komunikasi selama ibadah umroh di Mekkah... Sudah bela2in beli kartu yg dimaksud ternyata di sana malah susah nelpon dan sms... Entahlah kenapa demikian, yg jelas semua temanku yg pakai kartu dimasud juga bernasip sama... Ujung2nya aku tetap pakai kartu yg sering dipakai sehari2... Konsekuensinya ya pulsanya cepat habis, haha... Menjadi pelajaran bagi kita bila beribadah umroh atau haji harus mempersiapkan dan memilih provider yg tepat agar masalah komunikasi dgn keluarga di tanah air tak menjadi kendala...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mak, ayo ditulis pengalamannya mak...

      Hapus
  6. Dari Mbak Al, terus ke Teh Nchie dan sekarang ketemu INdosat lagi.

    Sepakat mbak, program indosat mendukung komunikasi lancar top di moment haji ini. Saya sdh mencobanya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kalau sudah mencoba mak Rie ;)

      Hapus
  7. programnya dah oke banget nih, tinggal bikin tutorial buat yg pergi haji aja, hehe.

    Sepertinya kontak hape juga harus dikosongkan dan diganti khusus nomor2 darurat biar ga salah pencet, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tutorial bagianmu yak Bub:P

      Cipoks buat bu Mil yangg nambahi tips kece ;)

      Hapus
  8. kata temenku,indosat emang murah mak dibanding dengan yg lain^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang betul, aq pake juga nih mak buat daily ;)

      Hapus
  9. Benar, Mbak. Dulu orang kesulitan berangkat haji karena dana, sekarang karena kuota yang terbatas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sampai ada yang memilih jalur lewat negara tetangga segala karena ga telaten nunggu lama

      Hapus