Senin, 12 Mei 2014

Sang Patriot





Era moderen dengan segala perubahan tidak lagi terbendung. Banyak hal positif tapi juga tidak sedikit hal negatif yang timbul dari perubahan ini, terutama di indonesia. Salah satu yang paling berat dan mengkwatirkan adalah semakin menipisnya rasa patriotism dan kecintaan generasi sekarang pada Negara. Sebenarnya hal ini adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya sebatas pada tanggung jawab pemerintah. Hal ini juga menjadi perhatian khusus seorang Praktisi Hukum Mbak Irma Devita.

Memiliki kakek seorang pejuang tentu menjadi kebanggan tersendiri, namun lebih dari itu bagaimana berjuang terus mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan oleh kakek Beliau dan para pejuang lain. Bagaimana darah, air mata dan nyawa para pahlawan harus tumpah untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka dan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk generasi berikutnya. Dan akhirnya membuat seorang Praktisi Hukum cantik ini menjajal jalur lain dari mayor utamanya, yaitu Novel base On True Story sang kakek  Letkol Mochammad Sroedji, yang patung kepahlawanannya diabadikan dalam bentuk sebuah patung di depan Kantor Bupati Jember dan diresmikan pada 15 agustus 1975.

Sabtu, 10 Mei 2014

Re: - Perempuan Dan Dinamika Kehidupan





Apa yang terlintas saat membicarakan seorang perempuan yang menggeluti profesi sebagai seorang “Pelayan Nafsu”? Dosa? Bergidik ngeri? Menjijikan? Dan berbagai persepsi serta bayangan lain yang intinya adalah “negatif”. Profesi yang cukup tua di dunia ini seakan tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Selalu banyak kisah dibalik layar kehidupan yang menarik untuk diungkap dari profesi ini. Termasuk  untuk diungkap dan diangkat dalam sebuah novel.
Ya, Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman seorang Jurnalis, Notulen, Kreator Program TV adalah salah satu yang mengangkat kisah seorang pelacur dalam sebuah novel berjudul Re:

Kamis, 01 Mei 2014

Tampilkan Cantikmu Seutuhnya






Sebagai seorang wanita sudah hakikatnya selalu memiliki perasaan dan keinginan untuk tampil cantik. Seperti kita tahu sebagian wanita termasuk wanita Indonesia rela sakit, rela bekerja keras hanya untuk bisa menampilkan yang terbaik dari penampilan mereka. 

Tapi…apakah kalian tahu juga kalau sebagian besar wanita Indonesia juga masih banyak yang belum berani tampil cantik dengan sesungguhnya? Yah, yang berani tampil cantik dengan nyaman sesuai dengan kepribadian masing-masing yang sesungguhnya istilah gaulnya “Cantik ala gue” itu ternyata masih belum banyak yang berani melakukan. Dan ini diperkuat oleh survey yang dilakukan oleh Olay berkejasama dengan majalah Cosmopolitan Indonesia. Seperti 4 dari 10 wanita Indonesia menghindari menggunakan lipstick merah menyala pada hari pertama kerja. Duh…jadi ingat dulu waktu baru lulus dan dapat panggilan kerja. Dengan percaya diri saya menghadiri wawancara memakai baju merah menyala, karena saya sangat suka warna merah. Sahabat saya berkata “Aduh, kenapa kamu pakai baju merah? Kesannya sangat menantang, padahal kalau mau cari kerja posisi kita sebagai orang yang memohon dan harus terkesan demikian. Bukannya terkesan menantang” dan setelah menunggu beberapa minggu saya benar-benar tidak mendapat panggilan kembali sebagai pertanda saya diterima. Dan dengan yakin sahabat saya berkata pasti penyebabnya kesan “menantang” dari pakaian merah yang saya gunakan. Dan akhirnya sejak itu saya benar-benar tidak pernah lagi melakukan hal serupa. Yah, perkataan sahabat saya cukup mempengaruhi saya dan terpatri kuat dalam ingatan.