Sabtu, 29 Maret 2014

Diskusi film Horor Bareng Jose Purnomo



Dok.Pribadi



Kembali menegelus lapak tercinta. sekarang akan membahas tentang film horor. Pada hari selasa 25 Maret 2014 beberapa blogger berkesempatan hadir ke acara diskusi film horor secara umum dan film oo Nina Bobo karya sutradara ternama Jose Purnomo. Acara diskusi diadakan oleh CinemaHolic Liputan6dotcom. Karena juga membahas film oo Nina Bobo maka nara sumber yang dihadirkan adalah sang sutradara sendiri dan dua pemain utama yaitu Revalina S Temat dan aktor cilik Firman.


Dalam diskusi ini jadi tahu bagaimana seorang Mas Jose Purnomo menciptakan seuah cerita horror. Yang pertama dillakukan adalah membangun logika sebuah cerita. Sebuah cerita akan bisa dibangun dan dikembangkan saat bisa membangun sebuah keterikatan kondisi dalam cerita. Sebagai contoh, kenapa setting film horror selalu ditempatkan di sebuah tempat (rumah) yang jauh dari jangkauan tetangga? karena kalau dekat logikanya “orang yang ketakutan akan lari minta tolong tetangganya dan banyak bantuan akan datang” berarti habislah cerita. Contoh lain bila ada hantu di sekolah, tinggal pindah sekolah, habis deh cerita. Film horor penekannya adalah bagaimana sang tokoh tidak bisa lari dari kehororan yang ada selama film berlangsung.

Selasa, 18 Maret 2014

Toraja, Hidup Sesudah Mati



Image by Olive Bendon



Sekarang waktunya menghayal, alias bermimpi. Eh, terlalu abstrak untuk di wujudkan kata ponakanku. Jadi ganti saja dengan “Merangkai Cita-cita”. Yah, sebuah keinginan, kejadian atau apalah nama dan bahasanya. Yang pasti sesuatu yang diinginkan. 


Jadi ceritanya mak Indah Nuria sebelum go ke Benua seberang nan jauh di mata tapi pastinya tetap dekat di hati, lebih dulu membagikan koleksi barang-barang kecenya dalam sebuah GA. Yang mana kita diminta menulis tentang sebuah tempat impian yang sangat ingin dikunjungi. Bisa yang sudah tercapai atau yang baru direncanakan atau cita-citakan.

Rabu, 12 Maret 2014

Srikandi Blogger 2014





Perhelatan Srikandi Blogger 2014 akhirnya terlaksana dengan sukses pada 9 Maret 2014 di Museum Nasional. Banyak kisah dan kesan yang tertoreh pada hari itu dan tentu saja sebagai salah satu makmin yang ikut terlibat sejak awal persiapan, (meskipun tidak banyak hehe…!) melihat wajah-wajah bahagia dan huru-hara yang bertebaran memenuhi Auditorium Basement Museum Nasional pada hari itu adalah sebuah kebahagiaan yang tak terhingga.

Jumat, 07 Maret 2014

Riview 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 2


Salah Satu Bangunan Sejarah Muslim di Cordoba


Kali ini saatnya membuat riview film 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 2 yang hari ini 6 maret 2014 mulai tayang di bioskop Indonesia. Beruntung sekali beberapa hari lalu saya berkesempatan menghadiri Gala Premier film ini di XXI Epicentrum Kuningan. Yang mana juga dihadiri oleh kedua penulis Novel 99 Cahaya Di Langit Eropa pasangan suami istri mbak Hanum Salsabiela Rais dan mas Rangga Almahendra, juga Bapak Amien Rais dan deretan pesohor lain Negeri Ini.


Di 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 2 ini sendiri tidak seperti Part 1 yang lebih menitik beratkan pada sejarah Islam di Eropa yang ditunjukan melalui perjalanan pasangan Hanum dan Rangga menelusuri bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Paris dan lain-lain. Sehingga banyak scene jalan-jalan para tokohnya ke berbagai tempat dan bangunan bersejarah yang menceritakan perjalanan muslim di Eropa. Meski ada sedikit scene di Cordoba Spanyol dan Turki.