Rabu, 28 Agustus 2013

Indonesia Heart of Asia










Wisata adalah salah satu sektor menggiurkan bagi setiap negara di dunia untuk diolah dan kelola sehingga menghasilkan devisa yang luar biasa. Dengan promosi yang baik dan benar serta serius maka pariwisata akan menjadi mesin devisa.

Di jaman moderen dan penuh persaingan seperti sekarang, dimana dunia seolah tanpa batas dengan media berbagai media promosi pilihan yang banyak membuat para sales marketing berlomba menciptakan cara berdagang yang unik dan menarik konsumen. Salah satunya adalah dengan menciptakan tag line atau jargon atau bisa juga disebut branding.


Begitu pula dengan pariwisata sebuah negara dimana sales marketingnya adalah pemerintah dan masyarakat sendiri yang berkewajiban untuk memasarkan secara luas baik di dalam maupun luar negeri apa saja keindahan, keajaiban dan kenyamanan pariwisata negaranya.

Di 10 anggota negara Asean bisa dibilang Malaysia adalah yang paling sukses menginternasionalkan tagline atau Barnding Nationnya yaitu "Trully Asia". Memang patut diacungi jempol kesuksesan Malaysia dalam hal ini. Bahkan saat video promosi pariwisatanya muncul pertama kali di televisi swasta Nasional hampir 10 tahun silam dimana saat itu internet belum semudah sekarang menikmatinya sudah banyak yang mengeluarkan ucapan kekaguman termasuk salah satu keponakan saya yang sempat berkata "Bagusnya Malaysia ini" karena saking seringnya iklan pariwisata tersebut tayang menyapa pemirsa Tanah Air sehingga membuat penontonnya terhipnotis dengan kemasannya yang menarik.



Sebenarnya menurut saya jika dihadapkan head to head Pariwisata Indonesia dengan Malaysia Negara kita tercinta ini tidaklah kalah. Bahkan jauh lebih kaya karena memiliki wilayah yang lebih luas dengan beragam budaya dan adat istiadat beragam yang menarik. Hanya promosinya dan kurang eksposlah yang membuat pariwisata Indonesia masih kalah dibanding dengan Negara Asean lain seperti Malaysia, Thailand dan Singapore. Selain itu terkadang kelambanan pemerintah mengelola juga menjadi hambatan tersendiri.

Contohnya Pantai Pasir Putih Trenggalek, keindahannya tidak dibarengi dengan fasilitas yang memedai. Bahkan tempat sampah saja tidak ada di sekitar pantai, sehingga jangan ditanya bagaimana tebaran sampah di bibir pantai yang indah ini.



Menyoal tagline Indonesia sebenarnya sudah memiliki tagline yang cukup menarik juga yaitu Woderfull Indonesia ditambah dengan kalimat ajakan yang bisa ditemukan dibanyak tempat Visit Indonesia. Dan Jawa memiliki jargon sendiri yaitu Never Ending Asia. Namun harus diakui masih belum seterkenal Trully
Asia milik Malaysia. Menurut saya hal ini disebabkan kurang gencarnya pemerintah mensosialisasikan terhadap masyarakatnya sendiri. Padahal masyarakat adalah salah satu sales marketing terhebat yang bisa diandalkan. Dimana tidak semua masyarakat dekat dengan pemerintah dan selalu mengikuti program-programnya. Padahal cerita dari mulut kemulut masyarakat adalah salah satu media promosi yang ampuh. Ditambah sekarang penduduk Indonesia yang jumlahnya berada di lima besar dunia sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia adalah sales marketing tanpa ijazah yang kwalitasnya tak perlu diragukan untuk menceritakan Worderful Indonesia ke penjuru dunia.

Tapi bila kita mau lebih rendah hati dan tidak gengsi dalam perburuan ilmu bisa sedikit mencontek cara Malaysia promosi yaitu dengan menyentuh masyarakat langsung melalui pariwara disetiap acara TV Nasional yang sudah pasti setiap hari ditonton oleh masyarakat saat jeda program favorit mereka saya yakin akan lebih mengena. Bahkan yang belakangan menghiasi ranah iklan program TV Nasional tidak hanya Malaysia tapi Australia juga. Dan selama itu barang sekalipun saya belum pernah melihat iklan pariwara pariwisata Indonesia sendiri. Meski sudah jaman digital dan internet adalah penghubung dunia tanpa batas,tapi kita tetap harus ingat bahwa belum semua masyarakat Indonesia tersentuh internet. Tapi untuk TV semua keluarga Indonesia memilikinya. Kan ada banyak program reality show pariwisata sekarang? Memang benar, tapi tidak semua orang punya waktu luang untuk menyaksikannya diluar jam prime time.

Tempat-tempat strategis yang banyak dilihat dan dilalui masyarakat seperti baliho iklan video di dekat lampu merah yang isinya adalah iklan rokok melulu, bukankah media yang juga langsung menyentuh masyarakat.



Jadi menurut saya Wonderful Indonesia itu sebenarnya cukup oke. Tinggal dieksplore lagi dengan luas. Pertama di TV dalam Negeri dulu, kemudian pelan tapi pasti invasi ke TV Negara tetangga terdekat yaitu Negara Asean yang tahun 2015 akan berubah jadi Komunitas Asean. Sekaligus membuka jalan kerjasama kedepannya. Bukankah tidak mustahil kedepannya akan memuluskan jalan kerjasama dalam kegiatan wisata antara Indonesia dengan Negara Asean yang lain. Contohnya "Buy 1 Get 1 Free, Wisata ke Bali 2 malam bonus 1 malam ke Singapore" bukankah ini keren meski baru sekedar mimpi? Bukankah semua berawal dari mimpi?


Tapi bila tagline yang ada sekarang dianggap kurang komersil oleh banyak pihak dan terpaksa harus diganti sepertinya patut dipertimbangkan. Dan menurut saya tagline keren dari saya yang bisa di pertimbangkan Indonesia Heart of Asia.


Kenapa? Letak Indonesia yang strategis diantara dua benua dan dua Samudera Hindia dan Pasifik, berada di jalur perlintasan lalu lintas udara dan pelayaran dunia, sehingga sangat strategis untuk jalur perdagangan (ya ampun satu-satunya materi pelajaran Sejarah di SD dan materi pelajaran Geografi di tingkat lanjut yang masih teringat dengan lancar di kepala yaitu letak geografis Indonesia).

Karena letak geografis inilah yang mempengaruhi kondisi alam Indonesia. Menjadikan Indonesia kaya SDA dengan bentang alam yang indah. Bahkan ini semua yang menjadi incaran para penjajah di masa lampau. Sekarang menjadi incaran banyak investor dalam berbagai bidang. Apa yang tidak ada di Indonesia? Contoh nyata Malaysia dan Singapore membutuhkan pasir untuk pembangunan harus impor dari Indonesia, tak ketinggalan SDM yang mumpuni. Semua adalah unsur penting pendukung kesuksesan banyak program untuk pembangunan Indonesia bila bersanding dengan keseriusan dan kerja keras seluruh kalangan siapa yang akan meragukan hasilnya?

Tanpa "jantung hati" kehidupan tak akan berdenyut, dan tanpa Indonesia Komunitas Asean bahkan Asia tak akan berdenyut. Dan untuk mengetahui semua potensi itu, masyarakat dunia harus datang ke Indonesia untuk menyaksikan sendiri bagaimana kemegahan dan kekayaan Indonesia.

 

1 komentar:

  1. memang malaysia gencar sekali mempromosikan lokasi wisatanya, yang lokasinya juga sebenarnya ada di indonesia. nah, tinggal tugas kita gimana mempromosikan lokasi wisata di indonesia yang tidak banyak diketahui wisata luar. tujuannya, ya apalagi kalau bukan supaya indonesia semakin dikenal :)

    BalasHapus